Laporte Jadi Pilar Spanyol di Piala Dunia 2026, Barcelona Kepincut
Suara Pecari, Nama Aymeric Laporte menjadi sorotan utama di pentas Piala Dunia 2026. Bek tengah Timnas Spanyol ini tampil gemilang sepanjang turnamen, menjadi pilar penting yang mengantar La Roja melaju hingga partai final. Performa impresif Laporte bersama Spanyol tak hanya mencuri perhatian publik, tetapi juga membuat raksasa La Liga, Barcelona, kepincut untuk mendatangkannya pada bursa transfer musim panas ini.
Laporte, yang kini berusia 32 tahun, telah menjadi andalan di lini belakang Spanyol. Bersama rekan setimnya di Barcelona, Pau Cubarsi, Laporte membentuk duet bek tengah yang tangguh. Sepanjang perjalanan Spanyol menuju final, Laporte selalu bermain penuh di setiap pertandingan dan diperkirakan kembali menjadi starter pada laga final, selama tidak mengalami masalah kebugaran. Kehebatannya dalam menjaga pertahanan membuat Spanyol hanya kebobolan satu gol dalam tujuh pertandingan, sebuah rekor fantastis yang mengantarkan mereka ke partai puncak.
Ketertarikan Barcelona terhadap Laporte bukanlah tanpa alasan. Pelatih anyar Barcelona, Hansi Flick, dikabarkan merupakan pengagum berat Laporte dan mendukung upaya mendatangkan bek tengah berusia 32 tahun itu ke Camp Nou. Jika transfer tersebut terealisasi, Laporte berpeluang kembali berduet dengan Cubarsi di level klub, memperkuat lini belakang Barcelona yang tengah dalam proses regenerasi. Namun, peluang merekrut Laporte dinilai tidak mudah. Athletic Bilbao, klub yang memperkuat Laporte saat ini, memiliki kontrak hingga Juni 2028 dan tidak berada dalam tekanan untuk menjualnya. Faktor usia dan nilai transfer yang tinggi juga menjadi pertimbangan.
Sebelumnya, Real Madrid juga sempat dikaitkan dengan Laporte, namun Los Blancos memilih tidak melanjutkan minat mereka karena faktor usia dan biaya transfer. Kini, Barcelona menjadi kandidat terkuat untuk mendapatkan tanda tangan pemain yang telah membuktikan kualitasnya di level internasional ini. Laporte, yang lahir di Prancis namun memilih membela Spanyol, telah menjadi bagian integral dari skuad La Roja sejak debutnya pada 2021.
Di luar sorotan sepak bola, nama Laporte juga muncul dalam konteks yang berbeda. Di Quebec, Kanada, seorang warga bernama Benoit Laporte menjadi bagian dari koalisi anti-tambang yang prihatin terhadap dampak lingkungan dari eksplorasi mineral di wilayah Lanaudière. Meskipun hanya kebetulan nama, hal ini menunjukkan bahwa nama Laporte memiliki resonansi di berbagai bidang.
Kembali ke dunia sepak bola, performa Laporte di Piala Dunia 2026 menjadi bukti bahwa pengalaman dan kualitasnya masih sangat dibutuhkan. Dengan segudang prestasi bersama Manchester City dan kini bersama Spanyol, Laporte menunjukkan bahwa usianya bukanlah halangan untuk tampil gemilang. Barcelona pun harus berpikir keras untuk bisa mewujudkan mimpi memiliki pemain sekaliber Laporte.
Kesimpulannya, Aymeric Laporte menjadi salah satu pemain kunci Spanyol di Piala Dunia 2026, dan ketertarikannya dari Barcelona membuka peluang transfer yang menarik. Meskipun rumit, kepindahan Laporte ke Camp Nou akan menjadi tambahan berharga bagi lini belakang Barcelona. Sementara itu, performa apik Laporte bersama Cubarsi di timnas menjadi pertanda baik bagi masa depan pertahanan Spanyol.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










