Kontroversi Declan Rice di Piala Dunia 2026: Kritik Pedas hingga Nyaris Kartu Merah

Kontroversi Declan Rice di Piala Dunia 2026: Kritik Pedas hingga Nyaris Kartu Merah

Suara Pecari, Gelandang Arsenal, Declan Rice, menjadi sorotan tajam setelah kegagalan Timnas Inggris di semifinal Piala Dunia 2026 melawan Argentina. Selain kritik pedas dari legenda Liverpool, Graeme Souness, Rice juga nyaris terkena kartu merah akibat gestur kontroversialnya terhadap Lionel Messi.

Dalam laga yang berakhir dengan kekalahan 1-2 tersebut, Declan Rice tampil kurang maksimal karena cedera dan sakit yang membebaninya sepanjang turnamen. Pelatih Thomas Tuchel bahkan menariknya keluar saat Inggris unggul 1-0, dan tanpa Rice di lapangan, Argentina berhasil membalikkan keadaan lewat gol Enzo Fernández dan Lautaro Martínez.

Graeme Souness, dalam wawancara dengan Sports Uncensored, melontarkan kritik keras terhadap pemain berusia 27 tahun itu. “Declan Rice tidak akan menjadi lebih baik. Dia sudah mencapai puncaknya sekarang. Saya tidak melihat cukup sepak bola dalam dirinya. Dia hanya pemain yang mendaur ulang bola, tidak menyakiti lawan,” ujar Souness. Ia bahkan menyebut Rice lebih cocok menjadi bek tengah ketimbang gelandang kelas dunia seperti Rodri dari Spanyol.

Kritik Souness ini kontras dengan pencapaian Declan Rice musim lalu, di mana ia membantu Arsenal memenangkan Premier League dan mencapai final Liga Champions. Namun, Souness tetap pada pendiriannya bahwa Rice adalah pemain “limited” dan “steady Eddie” yang tidak bisa dibandingkan dengan gelandang top dunia.

Selain kritik, Declan Rice juga terlibat insiden kontroversial saat pertandingan melawan Argentina. Kamera menangkapnya beberapa kali menutup mulut saat berbicara dengan Lionel Messi, Enzo Fernández, dan Alexis Mac Allister. Tindakan ini melanggar aturan baru FIFA yang dikenal sebagai “Prestianni Rule” atau “Vinicius Law”, yang mewajibkan kartu merah langsung bagi pemain yang menutup mulut saat beradu argumen dengan lawan. Namun, wasit tidak mengambil tindakan, dan Rice lolos dari hukuman.

Insiden ini memicu perdebatan luas di media sosial. Banyak yang menilai Declan Rice seharusnya diusir keluar lapangan, sementara yang lain menganggap aturan tersebut tidak diterapkan secara konsisten. Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, memilih untuk tidak memperpanjang masalah dan fokus pada kemenangan timnya.

Di sisi lain, keputusan Tuchel untuk tidak memainkan Kobbie Mainoo sepanjang turnamen juga menuai kritik. Mainoo, yang menjadi bintang di Euro 2024, hanya menjadi penonton di bangku cadangan, sementara Rice yang cedera tetap dimainkan. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang manajemen skuad Inggris.

Dengan kekalahan ini, Inggris harus pulang lebih awal dari Piala Dunia 2026. Declan Rice sendiri dihadapkan pada masa depan yang tidak pasti, baik di level klub maupun tim nasional. Meski Souness meragukan kemampuannya, Rice tetap menjadi aset berharga bagi Arsenal dan Inggris, asalkan ia bisa bangkit dari kritik dan kontroversi yang menerpanya.

Kesimpulannya, Declan Rice menjadi pusat perhatian di Piala Dunia 2026, baik karena performa yang kurang memuaskan maupun gestur kontroversialnya. Kritik Souness menambah tekanan pada pemain Arsenal tersebut, namun masa depannya masih terbuka lebar. Yang jelas, Rice harus segera membuktikan bahwa dirinya layak disebut sebagai gelandang kelas dunia.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *