Duka di Genoa: Gelandang Inter Barella Akui Rasa Tak Lengkap Gagal ke Piala Dunia
Suara Pecari, Kota Genoa kembali menjadi sorotan setelah pernyataan emosional gelandang Inter Milan, Nicolò Barella, mengungkapkan perasaan tidak lengkap akibat kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2022 dan 2026. Dalam wawancara dengan Gazzetta dello Sport, Barella mengaku bahwa perjalanan kariernya bersama tim nasional bagaikan roller coaster—dimulai dengan manis saat menjuarai Euro 2021, namun berakhir pahit karena dua kali absen di panggung terbesar sepak bola dunia.
“Awal yang luar biasa diikuti dengan kemunduran. Ini membuat saya merasa tidak lengkap,” ujar Barella. Gelandang berusia 29 tahun itu menambahkan bahwa keinginan terbesarnya adalah setidaknya sekali merasakan bermain di Piala Dunia bersama Gli Azzurri. Pernyataan ini menggambarkan betapa dalamnya kekecewaan yang dirasakan para pemain Italia, termasuk rekan setimnya di Inter yang juga berasal dari Genoa, Francesco Pio Esposito, yang disebut Barella sebagai masa depan lini depan Italia.
Di sisi lain, kabar dari kota Genoa juga datang dari dunia balap sepeda dan gereja. Seorang pendeta asal Ohio, Joseph Stoll, yang pernah melayani di Genoa Church di Westerville, tewas setelah ditabrak truk saat bersepeda di jalur sepeda Delaware County pada 3 Juli lalu. Rekan-rekannya mengenang Stoll sebagai “pria paling baik dan saleh” yang pernah mereka kenal. Kecelakaan ini menyoroti pentingnya keselamatan di jalur sepeda, terutama di area seperti Genoa Township yang ramai dilalui pesepeda.
Sementara itu, Juventus mendapat kabar positif setelah pemain muda mereka, Jeff Ekhator, yang sebelumnya memperkuat Genoa, mengalami cedera hamstring ringan saat debut melawan Basel. Hasil pemindaian menunjukkan hanya cedera tingkat rendah pada biceps femoris kaki kanannya, dan proses rehabilitasi telah dimulai. Ekhator, yang baru bergabung dari Genoa, diharapkan segera pulih dan kembali memperkuat lini depan Bianconeri.
Berita dari Liguria tidak hanya soal sepak bola. Kota Sestri Levante, yang terletak hanya 26 mil di selatan Genoa, semakin populer di kalangan wisatawan Eropa yang mencari liburan autentik dengan harga terjangkau. Berbeda dengan tetangganya yang glamor seperti Portofino, Sestri Levante menawarkan pantai berpasir, kuliner lokal yang kaya, dan suasana santai yang membuat banyak pengunjung kembali setiap tahun. Dengan pertumbuhan pariwisata yang stabil, kota ini berupaya menjaga keseimbangan antara perkembangan dan pelestarian karakter uniknya.
Kesimpulannya, Genoa dan sekitarnya menghadirkan beragam cerita—dari kekecewaan Barella yang mendalam, tragedi yang menimpa pendeta sejati, hingga optimisme pemulihan Ekhator dan pesona wisata Sestri Levante. Semua kisah ini mencerminkan dinamika kehidupan di kawasan yang kaya akan sejarah, olahraga, dan budaya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










