CSKA Sofia Kena Sanksi UEFA Usai Insiden Rasis di Kandang Derry City

CSKA Sofia Kena Sanksi UEFA Usai Insiden Rasis di Kandang Derry City

Suara Pecari, Klub asal Bulgaria, CSKA Sofia, kembali menjadi sorotan setelah UEFA menjatuhkan sanksi berat terkait insiden yang terjadi pada laga leg kedua kualifikasi Liga Europa melawan Derry City di Stadion Brandywell, pekan lalu. CSKA Sofia dinyatakan bersalah karena para pendukungnya melakukan tindakan rasis, melempar benda, dan merusak fasilitas stadion. Akibatnya, klub yang berbasis di ibu kota Bulgaria itu harus membayar denda sebesar €55.000 serta dilarang membawa suporter ke laga tandang melawan Qarabag pada Kamis (23/7/2026).

Dalam sidang badan banding UEFA yang digelar Selasa (21/7/2026), CSKA Sofia juga mendapat hukuman percobaan larangan away fans untuk satu pertandingan tambahan dalam kurun waktu dua tahun. Keputusan ini diambil meskipun ada bukti video yang memperlihatkan sejumlah oknum suporter CSKA Sofia melakukan ‘Nazi salutes’ di dalam stadion. UEFA menilai tindakan tersebut sebagai perilaku rasis dan/atau diskriminatif yang melanggar peraturan disiplin organisasi.

Selain denda untuk klub, seorang staf CSKA Sofia juga dikenakan denda €5.000 karena melanggar aturan dasar perilaku sopan selama pertandingan. Pertandingan yang dimenangkan CSKA Sofia dengan skor 2-1 (agregat 5-3) itu sempat dihentikan selama 14 menit di babak kedua setelah kerusuhan terjadi di tribun penonton. UEFA memerintahkan CSKA Sofia untuk menyelesaikan ganti rugi biaya perbaikan kursi yang rusak di Stadion Brandywell dalam waktu 30 hari.

Di sisi lain, Derry City juga tidak luput dari sanksi. Klub asal Irlandia Utara itu didenda €20.000 karena pendukungnya melakukan invasi lapangan, kerusuhan massa, dan melempar benda. Namun, UEFA menangguhkan hukuman penutupan sebagian Stadion Brandywell untuk satu pertandingan Eropa dalam masa percobaan dua tahun. Dalam pernyataan resmi, Derry City menerima keputusan UEFA dan menyatakan akan mengidentifikasi suporter yang terlibat untuk dikenakan sanksi, termasuk kemungkinan larangan seumur hidup.

Insiden ini menjadi catatan hitam bagi CSKA Sofia yang sebelumnya juga pernah terlibat masalah serupa di kompetisi Eropa. Klub yang identik dengan warna merah dan putih itu kini harus fokus memperbaiki citra serta memastikan perilaku pendukungnya tetap terkendali di masa mendatang. Sementara itu, di ajang Liga Konferensi UEFA, CSKA Sofia juga akan menghadapi Spartak Trnava pada leg pertama putaran kedua kualifikasi. Pertandingan tersebut akan menjadi ujian bagi CSKA Sofia untuk bangkit dari sanksi dan menunjukkan performa terbaik di lapangan.

Kesimpulannya, sanksi UEFA terhadap CSKA Sofia menunjukkan bahwa organisasi sepak bola Eropa sangat serius dalam memberantas segala bentuk diskriminasi dan kerusuhan di stadion. CSKA Sofia harus segera mengambil langkah konkret untuk mendisiplinkan pendukungnya agar kejadian serupa tidak terulang. Di sisi lain, Derry City juga perlu meningkatkan pengamanan dan edukasi kepada suporter demi menjaga nama baik klub. Kedua tim kini harus fokus pada pertandingan selanjutnya sambil menyelesaikan konsekuensi dari insiden tersebut.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *