Midtjylland Bernapas Lega: Besiktas Gagal Datangkan Mohamed Salah

Midtjylland Bernapas Lega: Besiktas Gagal Datangkan Mohamed Salah

Suara Pecari, FC Midtjylland berhasil menghindari ancaman besar jelang leg kedua babak kualifikasi Liga Europa melawan Besiktas. Klub asal Denmark itu tidak akan berhadapan dengan megabintang Mesir, Mohamed Salah, setelah Besiktas secara resmi mengakhiri negosiasi transfer dengan sang pemain. Keputusan ini menjadi angin segar bagi Midtjylland yang sebelumnya dihantui kemungkinan berduel dengan eks bintang Liverpool tersebut.

Besiktas telah dikaitkan erat dengan Mohamed Salah sejak sang pemain berstatus bebas transfer setelah meninggalkan Liverpool pada akhir musim lalu. Media Turki bahkan memberitakan bahwa Salah tinggal selangkah lagi bergabung dengan klub raksasa Istanbul itu. Namun, Direktur Olahraga Besiktas, Önder Özen, mengonfirmasi bahwa klubnya menarik diri dari perundingan karena tidak bersedia memenuhi permintaan gaji dan biaya agen yang dianggap tidak masuk akal. “Kami tidak akan meningkatkan tawaran yang sudah ada. Jika mereka ingin menerima, itu baik. Namun, ada beberapa tuntutan yang tidak masuk akal—terutama terkait biaya agen,” ujar Özen. Presiden Besiktas, Serdal Adali, sebelumnya mengaku telah menyampaikan proposal terakhir, namun negosiasi alhasil menemui jalan buntu.

Kabar ini tentu menjadi kelegaan bagi skuat Midtjylland yang akan menjamu Besiktas di kandang pada laga leg kedua, Kamis (30/7/2026) pukul 19.00 WIB. Pada leg pertama di Turki, Besiktas unggul tipis 1-0. Tanpa Salah, lini pertahanan Midtjylland diharapkan lebih mampu meredam agresivitas tim tamu. Kehadiran Salah tentu akan mengubah peta kekuatan Besiktas secara drastis.

Namun, bukan berarti Midtjylland bisa lengah. Tim asuhan pelatih Svend Bertil Frandsen ini harus mewaspadai pemain lain seperti penyerang asal Korea Selatan, Oh Hyeon-Gyu, yang sempat melakukan aksi unik sebelum leg pertama. Ia melakukan pemanasan tanpa alas kaki di atas rumput stadion, yang kemudian dianggap sebagai bagian dari ritualnya. Metode tersebut ternyata berbuah hasil karena ia mampu bermain selama 60 menit sebelum digantikan.

Di luar laga kontra Besiktas, Midtjylland juga menjadi perhatian dalam bursa transfer pemain muda. Klub asal Denmark ini sebelumnya dikabarkan tertarik mendatangkan bintang muda River Plate, Ian Subiabre. Namun, pemain berusia 19 tahun itu memilih opsi lain karena tidak yakin berkarier di Skandinavia. Subiabre kini dilaporkan tengah menjajaki kepindahan ke MLS bersama DC United. Bagi Midtjylland, kegagalan ini menjadi pelajaran untuk terus memburu talenta baru yang sesuai dengan filosofi klub.

Di sisi lain, Midtjylland juga kehilangan salah satu aset berharganya di jajaran kepelatihan. Austin MacPhee, pelatih spesialis set-piece yang pernah sukses bersama Midtjylland, telah hengkang ke Chelsea setelah ditebus klausul rilis. MacPhee dikenal sebagai arsitek di balik efektivitas bola mati timnya, termasuk saat membawa Aston Villa mencetak 29 gol dari situasi set-piece musim lalu. Kepergiannya menjadi tantangan tersendiri bagi Midtjylland untuk mempertahankan keunggulan di sektor taktik non-teknis.

Dengan berbagai dinamika yang terjadi, Midtjylland tetap fokus pada target utama: lolos ke fase grup Liga Europa. Keberhasilan menghempaskan Besiktas akan membuka peluang lebih besar bagi klub untuk bersaing di kancah Eropa. Para pemain dan staf pelatih diyakini sudah menyiapkan strategi jitu untuk membalikkan keadaan di kandang sendiri. Pertandingan melawan Besiktas akan menjadi ujian sesungguhnya bagi mentalitas dan daya juang tim asal Denmark tersebut.

Kesimpulannya, Midtjylland berhasil selamat dari ancaman Salah, namun tugas berat masih menanti. Dengan persiapan matang dan dukungan suporter, bukan tidak mungkin Midtjylland mampu mengejutkan lawan dan melangkah ke babak selanjutnya.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *