FIFA Berencana Jual Saham Piala Dunia, Gianni Infantino Dikritik PM Inggris dan FA
Suara Pecari – Presiden FIFA Gianni Infantino menuai kritik tajam setelah muncul wacana penjualan sebagian saham hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta. Rencana ini melibatkan pembentukan entitas baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) yang akan mengelola hak komersial hingga penyelenggaraan turnamen sepak bola terbesar di dunia.
Meskipun FIFA mengklaim tetap memegang kendali penuh, investor swasta akan diberikan porsi minoritas dengan iming-iming setiap asosiasi anggota bisa mengakses dana segar senilai 20 juta dolar AS. Proposal ini mendapat penolakan keras dari berbagai pihak, termasuk Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) dan Perdana Menteri Inggris Andy Burnham.
Kritik dari FA Inggris dan PM Andy Burnham
FA mengaku tidak diberi tahu sebelumnya dan menyatakan keprihatinan mendalam. “Kami sama sekali tidak mengetahui proposal ini dan tidak memiliki rincian substantif, termasuk apa sebenarnya tawaran tersebut dan kondisi apa yang terikat,” ujar juru bicara FA. “Berdasarkan informasi yang terbatas, kami sangat prihatin tentang kurangnya proses dan tata kelola untuk sampai ke titik ini.”
Sementara itu, PM Inggris Andy Burnham dengan tegas menyatakan bahwa Piala Dunia bukanlah barang dagangan. “Sepak bola tidak milik para investor. Sepak bola milik orang-orang yang memenuhi tribun,” tegas Burnham. “Piala Dunia bukanlah sebuah produk. Ini adalah kompetisi terbesar dalam olahraga dunia, dan tidak pernah menjadi milik siapa pun untuk dijual.”
Keterlibatan Investor Swasta
Grup investasi swasta yang disebutkan akan memimpin usaha ini kabarnya dipimpin oleh perusahaan yang didirikan oleh Joshua Kushner, saudara dari Jared Kushner yang merupakan menantu mantan Presiden AS Donald Trump. Proposal ini membutuhkan persetujuan dari asosiasi anggota serta Dewan FIFA sebelum batas waktu 19 September. UEFA dikabarkan telah menolak keras dan menggelar rapat darurat bersama 55 anggotanya.
Dampak dan Langkah Selanjutnya
Rencana kontroversial ini menunjukkan pergeseran signifikan dalam pengelolaan sepak bola global, di mana FIFA dinilai memasukkan kepentingan swasta ke dalam ajang olahraga yang seharusnya dimiliki bersama. Dengan penolakan dari sejumlah asosiasi besar, nasib proposal ini masih belum jelas. Publik sepak bola dunia menunggu keputusan resmi dari anggota FIFA dalam waktu dekat.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










