FIFA Ngotot Jual Piala Dunia, UEFA Tegaskan Ogah Main di Seluruh Kompetisi
Suara Pecari – FIFA terus mendorong rencana penjualan sebagian saham Piala Dunia melalui entitas bisnis bernama FIFA Forward Enterprises. Presiden FIFA, Gianni Infantino, memperkirakan langkah ini bisa mengumpulkan dana hingga 20 miliar dolar AS dan memberikan potensi pendapatan lebih dari 80 juta dolar AS kepada masing-masing anggota jika proposal disetujui.
Namun, rencana tersebut mendapat penolakan keras dari UEFA. Federasi sepak bola Eropa itu secara resmi menyatakan tidak setuju dan menegaskan bahwa Piala Dunia bukanlah aset yang bisa diperjualbelikan. UEFA juga mengkritik proses pengambilan keputusan yang dianggap mendadak tanpa diskusi dan sosialisasi yang memadai.
UEFA dan Concacaf Bersatu Menolak
UEFA tidak hanya menyampaikan penolakan, tetapi juga mengancam akan memboikot seluruh kompetisi yang diselenggarakan FIFA jika rencana penjualan saham Piala Dunia tetap dijalankan. Artinya, negara-negara besar Eropa seperti Jerman, Belanda, Spanyol, dan Italia bisa absen dari Piala Dunia putra maupun putri.
Langkah UEFA diikuti oleh Concacaf, konfederasi sepak bola yang menaungi Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia. Sebanyak 41 anggota Concacaf juga menyatakan menolak rencana tersebut.
Tenggat Waktu dan Nasib Infantino
Menurut laporan ESPN, FIFA memberikan tenggat waktu hingga 19 September kepada 211 anggotanya untuk menerima atau menolak proposal. Penjualan saham hanya bisa dilakukan jika mayoritas anggota setuju.
Manuver ini juga berpotensi mengancam posisi Gianni Infantino. Kabarnya, muncul usulan mosi tidak percaya terhadap dirinya, yang bisa membuatnya lengser sebelum pemilihan presiden FIFA yang dijadwalkan Maret tahun depan di Rabat, Maroko.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










