Nasser Al-Khelaifi Jadi Kandidat Potensial Pengganti Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA

Nasser Al-Khelaifi Jadi Kandidat Potensial Pengganti Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA

Suara Pecari – Masa depan kepemimpinan FIFA kembali menjadi sorotan menjelang pemilihan presiden yang dijadwalkan pada Maret 2027. Gianni Infantino, yang saat ini menjabat sebagai Presiden FIFA, menghadapi tekanan yang semakin besar dari berbagai konfederasi sepak bola, sementara Nasser Al-Khelaifi muncul sebagai kandidat potensial pengganti Infantino.

Infantino mendapatkan dukungan resmi dari Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) yang dipimpin oleh Patrice Motsepe. Dukungan ini didasarkan pada peningkatan signifikan bantuan FIFA kepada negara-negara Afrika selama masa kepemimpinan Infantino. Namun, sejarah pemilihan FIFA menunjukkan bahwa dukungan resmi dari CAF tidak selalu menjamin suara bulat dari seluruh asosiasi sepak bola Afrika yang berjumlah 54 negara. Contohnya, pada pemilihan Presiden FIFA tahun 1998, meskipun CAF mendukung kandidat dari UEFA, sebagian besar asosiasi Afrika memilih pesaingnya, Sepp Blatter.

Tekanan dan Tantangan terhadap Gianni Infantino

Selain dari CAF, Infantino menghadapi kritik keras dari konfederasi lain seperti UEFA, AFC, dan CONCACAF. Mereka menuntut adanya peninjauan independen terhadap tata kelola FIFA dan mempertanyakan rencana komersialisasi hak siar Piala Dunia yang sempat direncanakan dan akhirnya dibatalkan. Tekanan ini membuka peluang bagi kandidat lain untuk mencalonkan diri dalam pemilihan presiden FIFA mendatang.

Peran Nasser Al-Khelaifi sebagai Kandidat Pengganti

Nasser Al-Khelaifi, yang dikenal sebagai tokoh penting di dunia sepak bola, mulai disebut-sebut sebagai calon potensial yang dapat menantang posisi Infantino. Meskipun belum ada pengumuman resmi mengenai pencalonannya, pergerakan lawan Infantino tengah menyusun kerangka baru untuk tata kelola sepak bola dunia sebagai alternatif terhadap sistem yang berlaku saat ini.

Proses Pemilihan dan Peran 211 Anggota FIFA

Presiden CAF, Patrice Motsepe, menegaskan pentingnya proses pemilihan yang demokratis dengan melibatkan seluruh 211 asosiasi anggota FIFA. Menurut Motsepe, setiap kandidat yang ingin menantang Infantino dipersilakan untuk mengajukan pencalonan dan keputusan akhir harus diambil oleh anggota FIFA melalui mekanisme pemungutan suara resmi. Hal ini menegaskan bahwa masa depan FIFA akan ditentukan oleh seluruh anggota secara kolektif, bukan hanya oleh dukungan beberapa konfederasi.

Dengan dinamika tersebut, pemilihan Presiden FIFA yang akan berlangsung pada Kongres FIFA ke-77 di Rabat, Maroko, pada 18 Maret 2027, menjadi momen krusial bagi masa depan tata kelola sepak bola dunia. Para anggota FIFA di seluruh dunia pun tengah mengamati dengan seksama bagaimana persaingan ini berkembang dan siapa yang akan mendapatkan mandat untuk memimpin organisasi sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *