6 Negara Nordik dan 3 Konfederasi Sepak Bola Desak Gianni Infantino Mundur dari FIFA
Suara Pecari – Tekanan terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino, semakin meningkat dengan desakan kuat dari enam asosiasi sepak bola negara Nordik dan tiga konfederasi utama dunia untuk mundur dari jabatannya.
Enam negara Nordik yang terdiri atas Denmark, Finlandia, Islandia, Norwegia, Swedia, dan Kepulauan Faroe secara terbuka menyatakan kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino. Pernyataan bersama yang dikeluarkan setelah pertemuan di Helsinki pada Agustus 2026 menegaskan dukungan mereka terhadap seruan reformasi besar-besaran dalam tata kelola FIFA dan pengambilan keputusan di tingkat tertinggi.
Desakan dari Negara Nordik
Dalam pernyataan resmi, keenam asosiasi sepak bola tersebut menyatakan kekhawatiran serius terhadap standar etika dan transparansi organisasi induk sepak bola dunia. Mereka juga menyatakan solidaritas dengan UEFA beserta asosiasi anggota lainnya yang telah menyuarakan kritik terhadap kepemimpinan Infantino.
Upaya Mosi Tidak Percaya oleh Konfederasi Besar
Selain tekanan dari negara-negara Nordik, tiga konfederasi besar, yakni UEFA (Eropa), AFC (Asia), dan CONCACAF (Amerika Utara, Tengah, dan Karibia), tengah mempertimbangkan mosi tidak percaya yang dapat membuka jalan bagi penggulingan Infantino. Ini merupakan langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah 122 tahun FIFA.
Sumber terpercaya menyatakan ada dua opsi yang dihadapi Infantino: mundur secara sukarela dan tidak mencalonkan diri kembali, atau menghadapi proses pencopotan melalui mosi tidak percaya. Meskipun demikian, Infantino telah menyatakan niatnya untuk mencalonkan kembali pada kongres FIFA tahun 2027 dan masih mendapat dukungan dari sejumlah asosiasi anggota, khususnya di Afrika.
Dukungan Petisi dari Kelompok Suporter
Gelombang desakan mundur juga datang dari komunitas suporter sepak bola global. Football Supporters Europe (FSE), bersama Football Supporters Africa dan Independent Supporters Council dari Amerika Utara, mendukung petisi online yang menyerukan pengunduran diri Infantino dan reformasi transparansi FIFA.
Petisi tersebut mengkritik rencana Infantino yang kontroversial untuk menjual sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta, yang dianggap sebagai pengkhianatan terhadap nilai-nilai sepak bola sebagai kebaikan sosial. Kelompok suporter menyebut langkah tersebut dilakukan secara tertutup dan melanggar kepercayaan jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia.
Pencabutan Dukungan dari Wakil Presiden FIFA
Salah satu wakil presiden FIFA, Sandor Csanyi dari Hungaria, secara resmi menarik dukungannya terhadap Infantino menyusul serangkaian keputusan kontroversial, termasuk pemecatan COO FIFA, Kevin Lamour, yang sebelumnya mengkritik rencana investasi swasta tersebut.
Dalam surat resmi, Csanyi menyatakan bahwa kepercayaannya terhadap kemampuan Infantino memimpin FIFA secara efektif telah runtuh. Keputusan ini menambah tekanan signifikan terhadap posisi Infantino di FIFA.
Konteks dan Implikasi
Desakan mundur yang datang dari berbagai pihak ini menandai krisis kepemimpinan terbesar dalam sejarah FIFA. Rencana investasi swasta dan pengelolaan hak komersial Piala Dunia menjadi pemicu utama ketegangan. Jika mosi tidak percaya benar-benar diajukan dan disetujui, ini akan menjadi preseden baru dalam organisasi sepak bola dunia.
Situasi ini juga mencerminkan ketidakpuasan yang meluas terhadap tata kelola dan transparansi FIFA, yang berpotensi memengaruhi masa depan organisasi dan integritas kompetisi sepak bola internasional.
Dengan tekanan yang terus meningkat, perhatian kini tertuju pada Kongres FIFA yang akan digelar pada Maret 2027, di mana nasib kepemimpinan Infantino akan diputuskan.
Para pengamat menilai bahwa langkah reformasi yang lebih transparan dan demokratis sangat diperlukan untuk mengembalikan kepercayaan komunitas sepak bola global.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










