Nobar Piala Dunia 2026 di Pasar Anyar Tangerang: Pedagang Berharap Omzet Meningkat
Suara Pecari | Nobar Piala Dunia di Pasar Pedagang Berharap Omzet Ikut Naik LPP RRI – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Kota Tangerang, Banten, tengah mempertimbangkan penyelenggaraan acara nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menyemarakkan suasana pasar sekaligus menarik lebih banyak pengunjung, sehingga omzet pedagang pun ikut meningkat. Rencana nobar Piala Dunia yang dimulai sejak Jumat, 12 Juni 2026, akan diselenggarakan di Pasar Anyar. Direktur Utama Perumda Pasar Kota Tangerang, Dedi Ochen, mengungkapkan bahwa gagasan ini muncul dari permintaan para pedagang yang ingin memanfaatkan momen Piala Dunia untuk meningkatkan aktivitas ekonomi.
“Sebenarnya sudah ada permintaan. Terutama dari pedagang untuk bikin nobar piala dunia,” ujarnya, Selasa, 9 Juni 2026. Gagasan menggelar nobar piala dunia di tengah pasar tradisional itu dilakukan guna mendekatkan kemeriahan pesta sepak bola sekaligus menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat. Pasalnya, pesta sepak bola terbesar di dunia kali ini akan berlangsung di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Meksiko, hingga Kanada. Perbedaan waktu belasan jam dengan Benua Amerika membuat tayangan pertandingan di Indonesia berlangsung lebih pagi. Hal tersebut dinilai Dedi menjadi momentum untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, lantaran jumlah pengunjung yang datang ke Pasar Anyar akan semakin banyak.
Pasar tradisional yang selama ini identik dengan transaksional di pagi hari, nantinya bertransformasi menjadi ruang interaksi sosial yang penuh kebersamaan ketika laga-laga krusial Piala Dunia digelar saat fajar datang. “Kalau ada momen momen pertandingan bagus pasti mendongkraklah aktivitas jual-beli di pasar. Salah satu dampak positif yang biasanya belanja adalah ibu rumah tangga, nanti diantar suaminya yang hobi bola,” kata dia. “Minimal kalau orang nonton bola selama dua jam. Mereka pasti minum kopi atau beli makanan, jadi pedagang kecil juga ikut alami peningkatan pendapatan,” sambungnya.
Adapun jadwal Piala Dunia tahun ini lebih banyak berlangsung di pagi hari, seperti pukul 05.00 WIB, 06.00 WIB, 08.00 WIB, 09.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB siang. Sejatinya pertandingan antara Turki dengan Australia. Kendati demikian, PD Pasar tengah menjalin koordinasi dengan sejumlah pihak terkait perizinan menggelar nobar. Lisensi siaran langsung yang dilakukan hingga komunikasi dengan PT TNG selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Pemkot Tangerang. “Sedang kami lihat untuk pengajuan seperti apa, apakah lewat dinas pemuda dan olahraga (Dispora, Red) atau yang lainnya karena perlu dicek terlebih dahulu. Intinya kami setuju dan mendukung gagasan ini karena pertandingannya pagi hari saat masyarakat tengah belanja ke pasar,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mendukung gagasan tersebut lantaran dapat memupuk semangat dan kesatuan masyarakat lewat olahraga. Menurutnya, rencana nobar dapat dilakukan dan meningkatkan daya beli masyarakat di pasar tradisional yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Sukaasih, Kota Tangerang, Banten tersebut. “Ini suatu keinginan, semangat dan kebanggaan. Bagaimana bangsa bisa lebih baik kompak dan bersatu lewat sepakbola,” katanya.
Dengan adanya Nobar Piala Dunia di Pasar Pedagang Berharap Omzet Ikut Naik LPP RRI, diharapkan pasar tradisional tidak hanya menjadi tempat belanja, tetapi juga pusat hiburan dan kebersamaan. Para pedagang optimis bahwa momen ini akan mendongkrak omzet mereka, terutama karena pertandingan berlangsung di pagi hari saat aktivitas pasar sedang ramai. Nobar Piala Dunia di Pasar Pedagang Berharap Omzet Ikut Naik LPP RRI menjadi bukti bahwa sepak bola mampu menyatukan masyarakat sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal. Inisiatif ini patut diapresiasi karena memberikan dampak positif bagi pedagang kecil dan menciptakan atmosfer yang meriah di tengah pasar tradisional.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.









