Baso Mang Oedin Jadi Buruan Jemaah Haji: Kuliner Nusantara Melepas Rindu di Tanah Suci
Suara Pecari | Taif, kota yang dikenal dengan udara sejuk dan kebun mawarnya, kini punya daya tarik baru bagi jemaah haji Indonesia: Baso Mang Oedin. Warung makan yang terletak di dekat Masjid Abdullah bin Abbas ini telah menjadi magnet bagi para peziarah yang merindukan cita rasa Nusantara. Sejak beroperasi pada tahun 2023, cabang Taif ini langsung mencuri perhatian, terutama saat musim haji tiba.
Fenomena Baso Mang Oedin di Taif
Irfan, pengelola cabang Taif, mengungkapkan bahwa mayoritas pembeli berasal dari Indonesia. “Jemaah dari seluruh dunia masuk, terutama orang Indonesia,” katanya kepada Media Center Haji pada Kamis, 11 Juni 2026. Antrean panjang kerap terlihat, terutama setelah salat berjemaah. Tidak hanya bakso, rumah makan ini juga menyajikan nasi goreng dan es cendol, lengkap dengan bumbu dan rempah yang didatangkan langsung dari Indonesia. “Bumbu-bumbu dan rempah semuanya dari Indonesia,” ujar Irfan, menegaskan komitmen menjaga keaslian rasa.
Daftar Menu dan Harga
Berikut adalah menu andalan Baso Mang Oedin di Taif beserta kisaran harganya:
| Menu | Harga (SAR) |
|---|---|
| Bakso (1 porsi) | 17 – 25 |
| Nasi Goreng | 20 – 30 |
| Es Cendol | 10 – 15 |
| Paket Komplit (Bakso + Nasi Goreng + Es Cendol) | 35 |
Harga yang relatif terjangkau membuat jemaah haji bisa menikmati hidangan favorit tanpa menguras kantong. Apalagi, bakso hangat menjadi pelepas rindu selama menjalani ibadah di Tanah Suci.
Antusiasme Jemaah dan Warga Lokal
Tidak hanya jemaah Indonesia, warga lokal Arab Saudi pun penasaran dengan kuliner Nusantara ini. Beberapa dari mereka menjadi pelanggan tetap, terutama setelah mencoba bakso yang kenyal dan kuah gurih. Irfan menambahkan, “Banyak warga Saudi yang datang bersama keluarga. Mereka suka dengan rasa unik bakso Indonesia.” Antrean panjang sering terjadi, terutama pada jam makan siang dan malam. Fenomena ini menunjukkan bahwa kuliner Indonesia mampu bersaing di kancah internasional.
Kronologi Kehadiran Baso Mang Oedin di Taif
- 2022: Baso Mang Oedin mulai merintis ekspansi ke luar negeri, dengan Arab Saudi sebagai target utama.
- 2023: Cabang Taif resmi beroperasi di dekat Masjid Abdullah bin Abbas. Awalnya hanya melayani jemaah umrah.
- 2024-2025: Popularitas meningkat seiring dengan musim haji. Bumbu impor dari Indonesia mulai rutin dikirim untuk menjaga kualitas.
- 2026: Puncak antusiasme. Baso Mang Oedin menjadi buruan jemaah haji, dengan antrean mengular setiap hari.
Dampak dan Implikasi bagi Jemaah Haji Indonesia
Kehadiran Baso Mang Oedin memberikan dampak positif bagi jemaah haji Indonesia. Selain sebagai pelepas rindu, makanan hangat seperti bakso juga membantu menjaga stamina di tengah cuaca panas Arab Saudi. Secara psikologis, menikmati masakan Nusantara dapat mengurangi stres dan homesick. Hal ini penting karena ibadah haji membutuhkan kondisi fisik dan mental prima.
Dari sisi ekonomi, warung ini membuka lapangan kerja bagi tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi. Bumbu impor juga mendorong perdagangan produk lokal Indonesia ke luar negeri. Irfan berharap ke depannya bisa menambah varian menu seperti soto dan rawon.
Kuliner Nusantara sebagai Duta Budaya
Baso Mang Oedin bukan sekadar tempat makan, melainkan juga duta budaya Indonesia. Melalui bakso, nasi goreng, dan es cendol, jemaah haji dan warga lokal dapat merasakan kekayaan rasa Nusantara. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah mempromosikan kuliner Indonesia di kancah global. Di tengah padatnya ibadah, Baso Mang Oedin menjadi oase yang menghangatkan hati dan perut.
Bagi jemaah haji yang ingin mencicipi, warung ini buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 22.00 waktu setempat. Lokasinya strategis, hanya beberapa langkah dari Masjid Abdullah bin Abbas, sehingga mudah dijangkau. Jangan lupa mencoba es cendolnya yang segar sebagai penutup santapan.
Fenomena Baso Mang Oedin membuktikan bahwa makanan bukan sekadar pengisi perut, tetapi juga penghubung emosional antara tanah air dan perantau. Di sudut Taif, semangkuk bakso mampu membawa pulang ribuan kilometer rasa rindu.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










