IHSG Diproyeksi Menguat, Ditopang Inflasi Terkendali dan Harga Minyak Turun

IHSG Diproyeksi Menguat, Ditopang Inflasi Terkendali dan Harga Minyak Turun

Suara Pecari – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan menguat pada pembukaan perdagangan Selasa, berkat kondisi inflasi yang tetap terkendali dan penurunan harga minyak mentah dunia. Prediksi ini muncul setelah IHSG sebelumnya mengalami koreksi tipis.

Pergerakan IHSG dan Faktor Teknis

Secara teknikal, IHSG masih berada dalam fase akumulasi yang menunjukkan potensi pembentukan momentum bullish. Meski indikator Stochastics KD dan Relative Strength Index (RSI) memberikan sinyal negatif, volume transaksi yang meningkat menjadi sinyal positif bagi kelanjutan penguatan indeks. IHSG sempat ditutup pada level 6.234,93 setelah turun tipis 0,03 persen pada hari sebelumnya.

Faktor Fundamental dan Valuasi Saham

Dari sisi fundamental, valuasi saham Indonesia masih relatif menarik dengan rasio Price to Earnings (PE) sekitar 9,30 kali, lebih rendah dibandingkan beberapa pasar regional. Hal ini dianggap mampu menarik minat investor secara bertahap, terutama setelah tekanan pasar yang terjadi pada semester pertama tahun ini.

Sentimen Eksternal dan Harga Minyak

Sentimen positif datang dari pernyataan Presiden AS mengenai dimulainya negosiasi dengan Iran yang meredakan kekhawatiran eskalasi konflik Timur Tengah. Penurunan harga minyak mentah jenis WTI dan Brent turut mengurangi risiko inflasi yang biasanya dipicu oleh kenaikan biaya energi. Kondisi ini mendorong investor untuk kembali mengalihkan investasi ke aset berisiko, termasuk saham.

Inflasi Terkendali dan Stabilitas Domestik

Dari dalam negeri, inflasi yang tetap terkendali memperkuat keyakinan terhadap daya beli masyarakat dan stabilitas moneter. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahun kalender per Juli 2026 sebesar 1,65 persen. Meredanya risiko geopolitik juga memberikan ruang bagi Bank Indonesia untuk menjaga kestabilan kebijakan moneter dan suku bunga acuan BI-Rate.

Perhatian Investor dan Potensi Pergerakan IHSG

Investor masih menunggu perkembangan terkait suksesi Gubernur Bank Indonesia serta agenda fiskal pemerintah yang dapat mempengaruhi persepsi pasar. Meski IHSG sempat terkoreksi, indeks tetap bergerak di atas rata-rata pergerakan 60 hari (MA60), dengan potensi target penguatan di kisaran 6.352 hingga 6.545. Namun, pelaku pasar juga diimbau untuk mewaspadai kemungkinan pembalikan arah dalam jangka pendek yang dapat membawa IHSG ke rentang 6.122 hingga 6.180.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, kombinasi inflasi terkendali, penurunan harga minyak, dan sentimen positif dari perkembangan geopolitik memberikan prospek penguatan bagi IHSG dalam waktu dekat. Kondisi ini menjadi peluang bagi investor untuk memanfaatkan momentum pasar saham Indonesia yang mulai menunjukkan tanda pemulihan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *