Pedestrian Deck Dukuh Atas Mempercepat Akses dari Sudirman ke Wisma 46 Hanya 5 Menit Jalan Kaki
Suara Pecari, Jakarta – PT MRT Jakarta berencana membangun Pedestrian Deck di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, yang akan menghubungkan moda transportasi publik sekaligus mempercepat waktu tempuh pejalan kaki dari Stasiun Sudirman menuju Wisma 46 BNI menjadi hanya 5 menit.
Fungsi dan Kawasan Pedestrian Deck Dukuh Atas
Pedestrian Deck ini tidak hanya berfungsi sebagai jembatan penyeberangan, tetapi juga sebagai penghubung antar moda transportasi publik di kawasan Dukuh Atas yang terbagi menjadi empat kuadran:
- Kuadran 1 (Q1): Stasiun MRT Dukuh Atas dan Stasiun KRL BNI City
- Kuadran 2 (Q2): Stasiun KRL Sudirman dan Transport Hub
- Kuadran 3 (Q3): Kawasan perkantoran BNI
- Kuadran 4 (Q4): Stasiun LRT Jabodebek dan Halte Transjakarta Galunggung
Kawasan Dukuh Atas merupakan pusat layanan berbagai moda transportasi publik di Jakarta, termasuk MRT, Transjakarta, KRL Commuter Line, Kereta Bandara, LRT Jabodebek, dan LRT Jakarta yang masih dalam pembangunan. Namun, interkoneksi antar moda ini belum optimal.
Penghematan Waktu Tempuh Pejalan Kaki
Menurut Agus Trihan, Advisor Program Management Office Division PT MRT Jakarta, pembangunan Pedestrian Deck ini dapat memangkas waktu tempuh pejalan kaki secara signifikan, khususnya dari kuadran Q1 dan Q2 menuju Q3. Kajian menunjukkan penghematan waktu sekitar 2-3 menit untuk titik antarmoda, dan hingga 4-5 menit untuk perjalanan dari Menara Landmark ke Shangri-La di kuadran Q3.
Uji coba berjalan kaki dari Stasiun Sudirman (Q2) ke Wisma 46 BNI (Q3) membutuhkan waktu sekitar 10 menit. Dengan adanya Pedestrian Deck, waktu tempuh ini diperkirakan hanya setengahnya, yaitu sekitar 5 menit.
Keamanan dan Kenyamanan Pejalan Kaki
Selain memangkas waktu, Pedestrian Deck juga diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pejalan kaki dengan meminimalisasi risiko menyeberang jalan raya yang saat ini harus dilalui melalui dua ruas jalan utama, salah satunya tanpa Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Dengan demikian, potensi konflik antara pejalan kaki dan kendaraan bermotor dapat dikurangi.
Spesifikasi dan Fasilitas Pedestrian Deck
Pedestrian Deck Dukuh Atas direncanakan memiliki diameter sekitar 100 meter dengan ketinggian bottom deck sekitar 8 meter dari Jalan Sudirman dan bentang kolom sepanjang 66 meter. Fasilitas ini akan dilengkapi dengan masing-masing tiga unit eskalator dan elevator untuk memastikan aksesibilitas bagi semua lapisan masyarakat.
Selain menjadi jembatan penghubung, fasilitas ini juga diproyeksikan menjadi ruang publik yang nyaman dengan pemandangan terbuka ke arah Patung Sudirman dan Bundaran HI.
Pengembangan Kawasan Dukuh Atas sebagai TOD
PT MRT Jakarta juga tengah mengembangkan Dukuh Atas sebagai kawasan Transit-Oriented Development (TOD) secara bertahap, antara lain dengan pembangunan Gedung Transport Hub dan pedestrianisasi Jalan Blora-Kendal. Namun, pengembangan infrastruktur penunjang saat ini masih terpusat di kuadran Q1 dan Q2.
Dengan Pedestrian Deck Dukuh Atas, konektivitas kawasan di selatan diharapkan dapat terintegrasi dengan lebih baik, sehingga seluruh area di Dukuh Atas dapat hidup dan berfungsi optimal sebagai pusat transportasi.
Jadwal Pembangunan
Proses lelang kontraktor untuk pembangunan Pedestrian Deck ini telah dibuka, dengan target pengerjaan konstruksi dimulai pada November 2026.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










