Pengamat Bicara Rapor Kinerja Purbaya Merah, Soroti Daya Beli hingga Utang

Pengamat Bicara Rapor Kinerja Purbaya Merah, Soroti Daya Beli hingga Utang

Suara Pecari – Pengamat politik Adi Prayitno memberikan penilaian kritis terhadap kinerja Purbaya Yudhi Sadewa selama menjabat sebagai Menteri Keuangan. Dalam pandangannya, rapor kinerja Purbaya berwarna merah dengan sejumlah catatan penting terkait kondisi ekonomi Indonesia.

Catatan Kritis terhadap Kinerja Purbaya

Adi Prayitno menyoroti beberapa aspek yang menjadi indikator penting dalam menilai kinerja Menteri Keuangan, di antaranya adalah penurunan daya beli masyarakat, akses lapangan kerja, nilai tukar rupiah, serta pertambahan utang negara.

Daya Beli dan Lapangan Kerja

Meski pemerintah mengklaim pertumbuhan ekonomi positif, namun menurut Adi, daya beli masyarakat justru mengalami penurunan. Hal ini menjadi perhatian serius mengingat daya beli merupakan indikator kesejahteraan masyarakat yang langsung dirasakan. Selain itu, akses terhadap lapangan pekerjaan, terutama di sektor formal, juga menjadi persoalan yang belum terselesaikan selama masa jabatan Purbaya.

Nilai Tukar Rupiah

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga menjadi catatan. Adi menyatakan rupiah belum menunjukkan penguatan yang signifikan, yang berdampak pada stabilitas ekonomi dan kepercayaan investor.

Utang Negara dan Program Strategis

Salah satu perhatian lain adalah pertambahan utang negara yang terus berlangsung. Selain itu, pelaksanaan program strategis pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dikritik karena munculnya praktik korupsi yang merugikan negara. Hal ini turut menjadi faktor yang memperburuk penilaian terhadap kinerja Purbaya.

Reshuffle Menteri Keuangan

Purbaya Yudhi Sadewa resmi dicopot dari jabatan Menteri Keuangan dalam reshuffle Kabinet Merah Putih pada Senin, 14 September 2026. Posisi tersebut kemudian digantikan oleh Suahasil Nazara yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan.

Menurut Adi Prayitno, penggantian ini tidak lepas dari dinamika politik pemerintahan, namun faktor kinerja menjadi alasan substantif yang mendasari keputusan Presiden Prabowo Subianto. Penilaian rapor merah kinerja Purbaya menjadi alasan utama mengapa diperlukan figur baru di Kementerian Keuangan.

Optimisme yang Belum Terwujud

Sebelum menjabat Menteri Keuangan, Purbaya dikenal dengan pidato penuh optimisme mengenai prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diprediksi mencapai 6-7 persen dalam waktu dekat. Namun, selama masa jabatannya, optimisme tersebut belum sepenuhnya terealisasi, sehingga menimbulkan evaluasi dari berbagai pihak termasuk pengamat politik.

Implikasi dan Harapan ke Depan

Perubahan pimpinan di Kementerian Keuangan diharapkan dapat membawa perbaikan dalam pengelolaan keuangan negara, memperkuat daya beli masyarakat, stabilitas nilai tukar rupiah, serta menekan pertambahan utang dengan pengawasan yang lebih ketat terhadap program-program pemerintah.

Dengan adanya sosok baru di posisi Menteri Keuangan, publik menantikan langkah strategis yang mampu mengatasi berbagai persoalan ekonomi yang selama ini menjadi perhatian, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *