25 Merek Beras Fortifikasi Bermasalah, Pemerintah Hentikan Produksi dan Tarik dari Peredaran

25 Merek Beras Fortifikasi Bermasalah, Pemerintah Hentikan Produksi dan Tarik dari Peredaran

Suara Pecari – Pemerintah menghentikan produksi dan menarik dari peredaran 25 merek beras fortifikasi yang tidak memenuhi standar mutu dan kandungan gizi sesuai klaim pada label kemasan. Langkah ini diambil untuk melindungi konsumen dari produk yang menyesatkan dan tidak sesuai dengan izin edar resmi.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa praktik pengelabuan tersebut merugikan masyarakat yang mengharapkan produk dengan kandungan gizi sesuai klaim. Pemerintah telah memberikan surat peringatan kepada 11 pelaku usaha pemilik izin edar merek beras fortifikasi bermasalah. Pengawasan melibatkan Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) di berbagai wilayah, termasuk DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Sumatera Utara.

Penarikan Stok dan Penghentian Produksi

Hingga minggu pertama September 2026, seluruh produsen beras fortifikasi bermasalah telah menghentikan produksi. Sebanyak 12 merek telah menarik stoknya dari peredaran, sementara sisanya masih dalam proses penarikan. Pemerintah berkomitmen memastikan bahwa beras yang beredar di pasaran memenuhi standar kualitas dan kandungan gizi yang dijanjikan.

Kasus Masuk Ranah Hukum

Kementerian Pertanian juga memastikan kasus dugaan pemalsuan beras fortifikasi akan berlanjut ke ranah hukum. Pemeriksaan laboratorium terhadap 27 merek beras fortifikasi menunjukkan 25 merek tidak memenuhi standar gizi yang tercantum pada label. Pemeriksaan dilakukan di empat laboratorium kredibel, yaitu Laboratorium IPB Bogor, BRMP, Saraswanti Indo Genetech, dan Eurofins Angler Biochemlab.

Kasus ini merupakan kelanjutan dari penindakan terhadap praktik kecurangan di sektor pangan yang sebelumnya telah menjerat 102 tersangka dalam kasus pengoplosan beras premium pada 2025. Pemerintah menegaskan bahwa beras fortifikasi seharusnya mendukung pemenuhan gizi masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak stunting, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Jaminan Pasokan Beras Aman

Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan bahwa penarikan 25 merek beras fortifikasi tidak akan mengganggu pasokan beras di pasar. Pemerintah telah menyiapkan tambahan pasokan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), yang kini dikenal sebagai Beras Kita, dengan dukungan Perum Bulog untuk memasok satu juta ton beras ke pasar rakyat maupun pasar modern.

Distribusi beras akan terus dijaga agar stok di ritel tetap aman dan tersedia bagi masyarakat. Pemerintah juga berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional dan Kementerian Pertanian untuk memastikan kelancaran pasokan selama proses penarikan produk bermasalah berlangsung.

Apa Itu Beras Fortifikasi?

Beras fortifikasi adalah beras yang diperkaya dengan tambahan zat gizi seperti vitamin dan mineral untuk meningkatkan nilai nutrisinya. Proses ini melibatkan pencampuran butiran kernel fortifikan yang mengandung zat besi, asam folat, zinc, vitamin A, dan vitamin B ke dalam beras putih sesuai takaran tertentu.

Penemuan produk beras fortifikasi palsu yang tidak sesuai klaim ini menjadi perhatian khusus karena beras fortifikasi seharusnya membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, terutama kelompok yang rentan terhadap kekurangan gizi.

Pemerintah berkomitmen untuk menarik produk yang tidak memenuhi syarat dari pasar, mencabut izin produksi, dan menjalankan proses hukum sesuai regulasi yang berlaku agar konsumen terlindungi dan kualitas pangan nasional terjaga.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *