Harga Emas Hari Ini Merosot Tersengat Lonjakan Dolar AS dan Harga Minyak

Harga Emas Hari Ini Merosot Tersengat Lonjakan Dolar AS dan Harga Minyak

Suara Pecari – Harga emas dunia mengalami penurunan pada perdagangan hari ini, terdampak oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan lonjakan harga minyak mentah. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan inflasi yang lebih tinggi dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Federal Reserve.

Harga emas spot turun sekitar 0,3% ke level US$ 4.285,88 per ons, setelah sebelumnya mencapai titik terendah sejak awal Agustus 2026. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS melemah 0,6% menjadi US$ 4.325,80 per ons. Penguatan dolar AS membuat emas yang dihargai dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga menekan permintaan global.

Dampak Kenaikan Harga Minyak dan Inflasi

Kenaikan harga minyak mentah memberikan tekanan pada harga emas karena meningkatkan kekhawatiran inflasi. Harga energi yang lebih tinggi berpotensi memicu respon kenaikan suku bunga dari bank sentral AS untuk menahan laju inflasi. Kenaikan suku bunga ini berdampak negatif pada harga emas karena emas tidak memberikan imbal hasil seperti bunga atau dividen.

Daniel Pavilonis, Senior Market Strategist di StoneX, menyatakan bahwa harga energi yang lebih tinggi berkontribusi pada inflasi yang lebih tinggi, yang pada gilirannya dapat memicu kenaikan suku bunga. Hal ini membuat harga emas cenderung bergerak dalam kisaran terbatas dan berpotensi turun lebih dalam jika suku bunga terus meningkat.

Ekspektasi Kebijakan The Federal Reserve

Pelaku pasar saat ini menantikan keputusan suku bunga The Federal Reserve yang dijadwalkan diumumkan dalam waktu dekat. Mayoritas pasar memperkirakan kenaikan suku bunga acuan sebesar 0,25 poin persentase ke kisaran 3,75%–4,00%. Selain itu, sinyal tentang kemungkinan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut juga menjadi perhatian utama.

Para analis menilai bahwa kekhawatiran akan kenaikan suku bunga sudah banyak tercermin dalam harga emas saat ini. Namun, harga emas tetap rentan terhadap sinyal kebijakan The Fed, terutama jika ada indikasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi dalam jangka waktu lama.

Pengaruh Imbal Hasil Obligasi AS

Selain penguatan dolar AS, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun ke level tertinggi sejak 2007 juga menekan minat terhadap emas. Obligasi yang menawarkan imbal hasil bebas risiko ini menjadi alternatif investasi yang lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan bunga.

Secara tradisional, emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik. Namun, dalam kondisi kenaikan suku bunga dan imbal hasil obligasi yang meningkat, daya tarik emas sebagai aset investasi berkurang.

Situasi ini mencerminkan dinamika pasar yang kompleks, di mana harga energi, kebijakan moneter, dan faktor global lainnya saling memengaruhi pergerakan harga emas dunia.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *