Dinas Pangan Ajak Warga Belanja di Gerakan Pasar Murah: Subulussalam Gencarkan Operasi Pasar Tekan Inflasi
Suara Pecari, SUBULUSSALAM – Pemerintah Kota Subulussalam melalui Dinas Pangan bergerak cepat mengantisipasi lonjakan harga barang pokok dengan menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) secara maraton di lima kecamatan. Langkah taktis ini dijadwalkan berlangsung mulai Selasa, 7 Juli 2026 hingga 17 Juli 2026, sebagai respon langsung terhadap fluktuasi indeks perkembangan harga (IPH) komoditas strategis. Operasi pasar ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi nasional.
Latar Belakang: Inflasi dan Kebutuhan Intervensi Pasar
Kenaikan harga bahan pokok, terutama beras dan minyak goreng, telah menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan daerah. Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat bahwa indeks perkembangan harga (IPH) untuk komoditas beras dan Minyakita mengalami fluktuasi signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Di Subulussalam, harga beras medium di pasaran sempat menyentuh Rp12.500 per kilogram, sementara Minyakita dijual di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp14.000 per liter. Kondisi ini mendorong Pemko Subulussalam untuk mengambil langkah intervensi melalui Gerakan Pasar Murah.
Kebijakan dan Koordinasi dengan Bulog
Melalui surat resmi bernomor 205030DISPANG2026, Dinas Pangan telah meminta pasokan logistik harian kepada Perum Bulog Kantor Cabang Blang Pidie. Pihak Bulog diminta menyuplai sedikitnya 2.000 kilogram atau 2 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta 360 liter Minyakita per hari selama masa operasi pasar berlangsung. Kepala Dinas Pangan Kota Subulussalam, Badalsyah, menjelaskan bahwa operasi pasar ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Bapanas demi membendung laju inflasi. Intervensi pasar dinilai mendesak agar daya beli masyarakat di tingkat akar rumput tetap terjaga di tengah ketidakpastian harga pasar. “Gerakan Pasar Murah Beras SPHP ini digelar dalam upaya menjaga dan mengoptimalisasi kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) komoditas beras dan Minyakita di wilayah kita,” jelas Badalsyah dalam keterangan tertulisnya, Senin 6 Juli 2026.
Jadwal dan Lokasi Pelaksanaan
Untuk memastikan keadilan distribusi, pelaksanaan pasar murah sengaja disebar di titik-titik pusat aktivitas masyarakat. Berikut jadwal lengkap Gerakan Pasar Murah di lima kecamatan:
| Tanggal | Lokasi | Kecamatan |
|---|---|---|
| 7 Juli 2026 | Halaman Kantor Camat Rundeng | Rundeng |
| 9 Juli 2026 | Halaman Kantor Camat Sultan Daulat | Sultan Daulat |
| 13 Juli 2026 | Halaman Kantor Camat Longkib | Longkib |
| 15 Juli 2026 | Halaman Kantor Camat Penanggalan | Penanggalan |
| 17 Juli 2026 | Halaman Kantor Koperasi Konsumen Sada Kata Merah Putih | Simpang Kiri |
Melalui penyebaran lokasi secara berjenjang ini, Pemko Subulussalam berharap masyarakat dari wilayah pelosok maupun perkotaan dapat mengakses komoditas pokok bersubsidi ini dengan mudah.
Dampak dan Manfaat bagi Masyarakat
Gerakan Pasar Murah ini diharapkan memberikan dampak positif signifikan bagi warga Subulussalam. Beberapa manfaat utama meliputi:
- Stabilisasi Harga: Dengan adanya pasokan beras SPHP dan Minyakita dengan harga di bawah pasar, tekanan harga eceran di pasaran dapat diredam.
- Menjaga Daya Beli: Masyarakat berpenghasilan rendah dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sehingga daya beli tetap terjaga.
- Mengurangi Beban Pengeluaran: Selisih harga antara pasar murah dan pasar reguler dapat menghemat pengeluaran rumah tangga hingga puluhan ribu rupiah per kunjungan.
- Pemerataan Akses: Dengan jadwal yang mencakup seluruh kecamatan, masyarakat di daerah terpencil pun bisa mendapatkan bahan pokok bersubsidi.
Implikasi bagi Pemerintah Daerah dan Nasional
Keberhasilan Gerakan Pasar Murah di Subulussalam dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mengendalikan inflasi pangan. Langkah ini sejalan dengan program nasional Bapanas yang mendorong operasi pasar sebagai instrumen stabilisasi harga. Selain itu, koordinasi yang baik antara Dinas Pangan dan Bulog menunjukkan sinergi yang efektif dalam rantai distribusi pangan. Ke depan, pemerintah daerah perlu memantau dampak jangka panjang, termasuk potensi penurunan harga di pasar tradisional setelah operasi pasar berakhir.
Penutup
Di tengah gejolak harga yang melanda banyak daerah, langkah cepat dan terukur Pemerintah Kota Subulussalam melalui Gerakan Pasar Murah patut diapresiasi. Operasi pasar ini bukan sekadar intervensi sesaat, melainkan wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi rakyatnya dari kerasnya mekanisme pasar. Semoga upaya ini mampu meredam inflasi dan memberikan ketenangan bagi warga Subulussalam, terutama mereka yang paling rentan terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










