Halal Expo Resmi Digelar di Jakarta, Targetkan Transaksi hingga USD 500 M

Halal Expo Resmi Digelar di Jakarta, Targetkan Transaksi hingga USD 500 M

Pembukaan Meriah D-8 Halal Expo Indonesia 2026

Suara Pecari, Jakarta, 11 Juli 2026 – D-8 Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 resmi dibuka di Senayan Tennis Indoor Stadium, Jakarta, pada 8 hingga 12 Juli 2026. Acara ini menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Keketuaan Indonesia di D-8 untuk periode 2026-2027. Mengusung tema Strengthening D-8 Halal Economy Through International Collaboration, expo ini bertujuan memperkuat kerja sama ekonomi halal, memperkokoh rantai nilai halal, serta memperluas jejaring bisnis di antara negara-negara anggota Developing-8 Organization for Economic Cooperation (D-8).

Pembukaan dihadiri oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI, Anis Matta; Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Haikal Hassan; dan perwakilan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sholahuddin Al Aiyub. Kehadiran para pejabat tinggi ini menandakan komitmen serius pemerintah Indonesia dalam mendorong ekonomi halal sebagai pilar pertumbuhan nasional.

Latar Belakang dan Target Ambisius

D-8 Halal Expo Indonesia bukan sekadar pameran biasa. Acara ini merupakan tindak lanjut dari pernyataan Presiden Prabowo Subianto pada KTT D-8 ke-11 di Kairo, 19 Desember 2024, yang menekankan pentingnya membangun rantai nilai halal dan komitmen Indonesia menjadi pusat ekonomi halal dunia. Target yang diusung pun ambisius: meningkatkan nilai perdagangan antarnegara anggota D-8 hingga USD 500 miliar pada 2030.

Wakil Menteri Luar Negeri RI, Anis Matta, dalam sambutannya menegaskan bahwa di tengah tantangan ekonomi global, Indonesia terus mendorong pertumbuhan nasional melalui penguatan integrasi ekonomi dengan dunia Islam. “Salah satu jalannya adalah dengan memperkuat integrasi ekonomi Indonesia dengan dunia Islam, termasuk melalui pengembangan ekonomi halal,” ujar Wamenlu Anis melalui keterangan tertulis.

Agenda dan Partisipasi

Selama lima hari penyelenggaraan, D-8 HEI menghadirkan beragam agenda yang dirancang untuk memfasilitasi kolaborasi bisnis konkret. Berikut jadwal lengkapnya:

HariTanggalAgenda Utama
Senin8 Juli 2026Opening Ceremony, Pameran Dagang
Selasa9 Juli 2026Business Matching, Forum Diskusi
Rabu10 Juli 2026D-8 HEI Talks (Sesi 1)
Kamis11 Juli 2026D-8 HEI Talks (Sesi 2), Networking
Jumat12 Juli 2026Penutupan, Pengumuman Kerja Sama

Peserta pameran berasal dari seluruh negara anggota D-8: Azerbaijan, Bangladesh, Indonesia, Iran, Malaysia, Mesir, Nigeria, Pakistan, dan Turki. Tak hanya itu, sejumlah negara non-anggota seperti Belanda, Djibouti, India, Palestina, Prancis, Uzbekistan, dan Yordania juga turut berpartisipasi, menunjukkan daya tarik global ekonomi halal.

Dampak bagi Industri Halal Nasional

Penyelenggaraan D-8 HEI 2026 diharapkan memberikan dampak signifikan bagi industri halal Indonesia, khususnya di sektor-sektor prioritas seperti makanan dan minuman, produk kecantikan, fesyen, farmasi, pariwisata, jasa keuangan, dan layanan digital. Direktur Eksekutif KNEKS, Sholahudin Al Aiyub, menegaskan bahwa expo ini dirancang sebagai platform untuk menghasilkan kolaborasi bisnis konkret, salah satunya melalui matchmaking yang mempertemukan eksportir dan importir.

“Indonesia berupaya memfasilitasi lahirnya kemitraan bisnis, pertukaran pengetahuan, dan transaksi perdagangan yang konkret,” ujar Sholahudin. Dengan adanya business matching, diharapkan terjadi peningkatan ekspor produk halal Indonesia ke negara-negara D-8 dan sebaliknya.

Implikasi bagi Masyarakat dan Pemerintah

Bagi masyarakat, expo ini membuka peluang lebih luas untuk mendapatkan produk halal berkualitas dari berbagai negara. Sementara itu, bagi pemerintah, acara ini menjadi ajang promosi sekaligus penguatan posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi halal dunia. Sekretaris Jenderal D-8, Sohail Mahmood, berharap kegiatan ini dapat menjadi katalis dalam memperkuat jejaring sektor swasta, meningkatkan perdagangan dan investasi antarnegara anggota, mendorong riset dan pengembangan kapasitas, serta memperluas kolaborasi dalam ekosistem ekonomi halal.

Beberapa poin penting yang menjadi fokus dalam expo ini antara lain:

  • Penguatan rantai nilai halal dari hulu ke hilir.
  • Peningkatan sertifikasi halal yang diakui secara internasional.
  • Pengembangan platform digital untuk perdagangan halal.
  • Kolaborasi riset dan inovasi produk halal.

Penutup: Langkah Nyata Menuju Pusat Ekonomi Halal Dunia

D-8 Halal Expo Indonesia 2026 bukan sekadar pameran tahunan. Ia adalah pernyataan politik dan ekonomi Indonesia untuk mengambil peran sentral dalam ekonomi halal global. Dengan target transaksi USD 500 miliar pada 2030, expo ini menjadi batu loncatan bagi integrasi ekonomi yang lebih erat antarnegara anggota D-8. Kolaborasi yang terjalin di Senayan minggu ini diharapkan tidak hanya berhenti pada transaksi, tetapi juga melahirkan kemitraan jangka panjang yang memperkuat ketahanan ekonomi umat. Di tengah ketidakpastian global, ekonomi halal muncul sebagai oase pertumbuhan, dan Indonesia, dengan segala potensinya, siap memimpin.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *