Kontroversi Mengguncang: Deretan Protes Terhadap Webtoon yang Diadaptasi Jadi Drama Teach You a Lesson
Suara Pecari | Jakarta – Dunia pertelevisian Korea Selatan kembali diguncang kontroversi. Drama terbaru Netflix, Teach You a Lesson, yang diadaptasi dari webtoon populer Get Schooled, menuai gelombang protes keras dari berbagai kalangan bahkan sebelum resmi tayang. Deretan protes terhadap webtoon yang diadaptasi jadi drama Teach You a Lesson ini menyoroti isu sensitif seperti rasisme, misogini, dan penggambaran kekerasan di sekolah yang dianggap berlebihan.
Dibintangi oleh Kim Mu Yeol, Jin Ki Joo, dan P.O Block B, drama ini dirilis pada Jumat (5/6/2026). Namun, sejak pengumuman produksi, deretan protes terhadap webtoon yang diadaptasi jadi drama Teach You a Lesson telah muncul dari berbagai organisasi guru dan kelompok sipil di Korea Selatan. Menurut laporan The Korea Times, sebanyak 62 koalisi, termasuk serikat guru dan organisasi pendidikan, menandatangani pernyataan bersama yang mendesak Netflix menghentikan produksi drama tersebut.
Para pengkritik menilai bahwa cerita dalam webtoon asli dan drama adaptasinya menampilkan kekerasan fisik secara berlebihan. Premis yang mengisahkan petugas khusus dengan kewenangan menghukum siswa secara langsung dinilai berpotensi menormalisasi kekerasan sebagai solusi masalah di lingkungan sekolah. Hal ini dianggap bertentangan dengan prinsip pendidikan modern yang mengedepankan perlindungan hak siswa dan pendekatan non-kekerasan.
Selain itu, deretan protes terhadap webtoon yang diadaptasi jadi drama Teach You a Lesson juga menyoroti penggambaran penanganan bullying yang terlalu menyederhanakan masalah. Dalam webtoon dan drama, kasus perundungan diselesaikan dengan hukuman represif, padahal di Korea Selatan, penanganan bullying melibatkan prosedur seperti konseling, mediasi, dan komite penanganan kekerasan sekolah. Para kritikus khawatir drama ini memberikan gambaran keliru tentang sistem pendidikan Korea.
Kontroversi webtoon Get Schooled sendiri sudah meledak sebelumnya. Beberapa episode dinilai memuat unsur rasisme dan stereotip terhadap kelompok tertentu, yang memicu kemarahan pembaca global hingga versi bahasa Inggrisnya dihentikan di Amerika Utara oleh platform WEBTOON. Menanggapi kritik, sutradara Hong Jong Chan menegaskan bahwa tim produksi sangat berhati-hati dalam mengadaptasi cerita dan berupaya memberikan pendekatan yang lebih bertanggung jawab. “Kami menggarapnya dengan sangat hati-hati melalui sudut pandang yang telah disempurnakan,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Kasus pertama yang ditangani oleh Educational Rights Protection Bureau (ERBP) dalam drama ini menggambarkan seorang siswa bermasalah yang memanfaatkan pengaruh keluarganya untuk bertindak semena-mena. Guru dan pihak sekolah tidak mampu mengambil tindakan tegas, sehingga ERBP hadir dengan pendekatan keras untuk mengembalikan ketertiban. Adegan ini menjadi sorotan karena dianggap melegitimasi kekerasan sebagai alat disiplin.
Meskipun demikian, deretan protes terhadap webtoon yang diadaptasi jadi drama Teach You a Lesson terus bergulir. Aliansi pendidikan menegaskan bahwa drama ini tidak mencerminkan mekanisme penanganan kekerasan di sekolah yang sebenarnya. Mereka khawatir tayangan ini justru memberikan persepsi keliru kepada publik tentang sistem pendidikan Korea Selatan.
Kesimpulannya, kontroversi seputar Teach You a Lesson mengingatkan kita akan pentingnya kepekaan dalam mengadaptasi karya yang mengandung isu sensitif. Meskipun tim produksi berusaha memperbaiki narasi, gelombang protes menunjukkan bahwa kekhawatiran publik belum sepenuhnya terjawab. Drama ini tetap menjadi tontonan yang menarik namun sarat perdebatan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












