Koperasi Merah Putih Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Desa di Lampung
Suara Pecari, Bandarlampung – Pemerintah Provinsi Lampung terus menggenjot peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi desa. Melalui pengembangan unit usaha yang disesuaikan dengan potensi unggulan masing-masing wilayah, koperasi ini diharapkan mampu menjadi tulang punggung perekonomian lokal. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung, Evie Fatmawaty, menegaskan bahwa Lampung memiliki modal besar untuk mewujudkan hal tersebut, mengingat provinsi ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional dengan beragam komoditas unggulan.
“Lampung memiliki modal yang sangat besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis desa. Kita dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional dan penghasil berbagai komoditas unggulan seperti ubi kayu, jagung, padi, kopi, lada, kakao, hortikultura, peternakan, hingga hasil perikanan,” ujar Evie Fatmawaty kepada RRI, Selasa, 21 Juli 2026.
Potensi Unggulan dan Strategi Pengembangan
Kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi solusi strategis karena setiap koperasi dapat mengembangkan unit usaha sesuai karakteristik dan potensi ekonomi di daerahnya. Berikut adalah beberapa contoh pengembangan unit usaha berdasarkan potensi wilayah:
| Wilayah Potensi | Unit Usaha Koperasi |
|---|---|
| Sentra Pertanian | Penyedia pupuk, benih, alat dan mesin pertanian, gudang penyimpanan, pusat pemasaran hasil pertanian |
| Sentra Perikanan | Cold storage, pertamini nelayan, pemasaran hasil tangkapan |
| Wilayah Perkebunan | Hilirisasi kopi, lada, kakao, dan hasil perkebunan lainnya |
| Desa secara umum | Gerai sembako, apotek desa, layanan pembayaran digital, logistik desa, simpan pinjam produktif |
Evie menjelaskan bahwa di wilayah sentra pertanian, koperasi dapat berperan sebagai penyedia pupuk, benih, alat dan mesin pertanian, gudang penyimpanan hasil panen, hingga menjadi pusat pemasaran hasil pertanian. Sementara di kawasan sentra perikanan, koperasi didorong menyediakan fasilitas pendukung seperti cold storage untuk menjaga kualitas hasil tangkapan serta pertamini nelayan untuk memudahkan akses bahan bakar. Di wilayah perkebunan, koperasi diharapkan mampu memperkuat hilirisasi berbagai komoditas unggulan Lampung, seperti kopi, lada, kakao, dan hasil perkebunan lainnya agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat
Pengembangan Koperasi Merah Putih diharapkan membawa dampak signifikan bagi perekonomian desa. Pertama, koperasi dapat menciptakan lapangan kerja baru di pedesaan, mengurangi urbanisasi, dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Kedua, dengan adanya unit usaha seperti cold storage dan pertamini nelayan, kualitas produk dan efisiensi distribusi meningkat, sehingga petani dan nelayan mendapatkan harga yang lebih baik. Ketiga, koperasi juga berperan sebagai wadah pemberdayaan UMKM, membantu mereka mengakses modal, pasar, dan teknologi.
“Koperasi juga dapat menjadi wadah pemberdayaan UMKM sehingga hadir dalam seluruh aktivitas ekonomi masyarakat desa,” kata Evie. Dengan demikian, Koperasi Merah Putih tidak hanya menjadi lembaga ekonomi, tetapi juga pusat pelayanan masyarakat yang memperkuat kemandirian desa.
Layanan Ekonomi yang Dibutuhkan Masyarakat Desa
Selain unit usaha berbasis potensi, koperasi juga dapat mengembangkan berbagai layanan ekonomi yang dibutuhkan masyarakat desa sehari-hari. Berikut adalah beberapa layanan yang dapat diadakan:
- Gerai sembako murah untuk memenuhi kebutuhan pokok warga.
- Apotek desa yang menyediakan obat-obatan esensial.
- Layanan pembayaran digital (listrik, PDAM, BPJS) untuk memudahkan transaksi.
- Logistik desa untuk distribusi barang dan hasil panen.
- Layanan simpan pinjam produktif dengan bunga rendah untuk modal usaha.
Kehadiran layanan ini akan mengurangi ketergantungan pada tengkulak dan rentenir, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap produk dan jasa berkualitas dengan harga terjangkau.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meskipun potensinya besar, pengembangan Koperasi Merah Putih di Lampung tidak lepas dari tantangan. Diperlukan pendampingan intensif dari pemerintah daerah, pelatihan manajemen bagi pengurus koperasi, serta akses permodalan yang memadai. Selain itu, partisipasi aktif masyarakat desa menjadi kunci keberhasilan. Evie berharap koperasi dapat menjadi penggerak utama ekonomi lokal yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di Provinsi Lampung.
Dengan sinergi antara pemerintah, koperasi, dan masyarakat, Lampung berpotensi menjadi contoh sukses pembangunan ekonomi berbasis desa di Indonesia. Koperasi Merah Putih bukan sekadar program, melainkan gerakan kolektif untuk mewujudkan kesejahteraan yang berkelanjutan dari desa.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










