Harga Bensin AS Diprediksi Cetak Rekor USD 4,03 per Galon saat Hari Buruh

Harga Bensin AS Diprediksi Cetak Rekor USD 4,03 per Galon saat Hari Buruh

Suara Pecari – Harga bensin di Amerika Serikat diperkirakan mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah pada periode libur Hari Buruh (Labor Day), dengan rata-rata harga nasional diprediksi mencapai USD 4,03 per galon. Kenaikan ini disebabkan oleh ketegangan dan perang yang terus berlangsung di Timur Tengah yang mendorong biaya energi naik secara signifikan.

Prediksi Harga Bensin pada Hari Buruh

Menurut analis GasBuddy, Patrick De Haan, harga rata-rata bensin nasional AS kemungkinan akan menembus angka USD 4,03 per galon pada Hari Buruh. Angka ini melampaui rekor sebelumnya sebesar USD 3,83 per galon yang terjadi pada tahun 2012. Jika prediksi ini benar, maka untuk pertama kalinya masyarakat Amerika akan menyaksikan harga bensin rata-rata nasional melewati angka USD 4 per galon pada periode libur tersebut.

Faktor Penyebab Kenaikan Harga

Pada tanggal 3 September, harga rata-rata bensin di AS tercatat sekitar USD 4,13 per galon, naik hampir USD 1 dibandingkan dengan harga rata-rata tahun sebelumnya. Kenaikan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama:

  • Konflik militer di Timur Tengah yang memengaruhi pasokan dan harga energi global.
  • Lonjakan harga minyak mentah yang kembali menembus angka USD 90 per barel setelah eskalasi ketegangan antara AS dan Iran.
  • Serangan terhadap fasilitas pengolahan minyak Rusia yang menimbulkan kekhawatiran gangguan pasokan minyak dunia.

Selain bensin, harga produk olahan minyak lain seperti diesel dan minyak pemanas juga mengalami peningkatan seiring dengan kondisi pasar yang tidak stabil.

Dampak bagi Konsumen dan Respon Pemerintah

Level harga bensin di atas USD 4 per galon dianggap cukup membebani konsumen AS, terutama menjelang periode libur yang biasanya diisi dengan mobilitas tinggi. Presiden sebelumnya, Donald Trump, sempat berjanji untuk menurunkan biaya energi dan mengkritik perusahaan kilang minyak serta pengecer bahan bakar yang dianggap mengambil keuntungan berlebih dari situasi harga tinggi.

Pada 14 Agustus, Trump juga menyatakan bahwa masyarakat AS harus rela membayar harga bensin yang sedikit lebih mahal untuk memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir, menandakan adanya faktor geopolitik yang turut memengaruhi harga bahan bakar.

Konteks Global dan Prospek Harga Energi

Kenaikan harga bensin ini tidak terlepas dari kondisi pasar energi internasional yang sedang tidak stabil akibat konflik dan ketegangan geopolitik. Aktivitas militer antara negara utama penghasil minyak, serta serangan terhadap infrastruktur energi, berpotensi menyebabkan gangguan pasokan yang memicu harga bahan bakar terus meningkat.

Para analis memperingatkan bahwa jika situasi geopolitik tidak membaik, harga energi di AS dan dunia bisa terus mengalami tekanan naik, yang akan berdampak pada konsumen dan perekonomian secara luas.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *