Pemko Batam Bangun SDM Tangguh Hadapi Kebakaran lewat Pelatihan Kader PKK

Pemko Batam Bangun SDM Tangguh Hadapi Kebakaran lewat Pelatihan Kader PKK

Suara Pecari, Batam – Pemerintah Kota Batam terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana kebakaran. Melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), Pemko Batam menggelar Pelatihan Keluarga Tanggap Kebakaran Rumah Tangga Tahun 2026 yang menyasar kader PKK dari 12 kecamatan. Program ini tidak sekadar memberikan teori, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan praktis untuk menangani kebakaran di lingkungan rumah tangga. Dengan menggandeng kader PKK yang merupakan ujung tombak pemberdayaan masyarakat, Pemko Batam berharap terbangun budaya sadar bahaya kebakaran yang masif dan berkelanjutan.

Latar Belakang: Meningkatnya Risiko Kebakaran di Permukiman Padat

Kota Batam, sebagai salah satu pusat industri dan perdagangan di Indonesia, mengalami pertumbuhan permukiman yang pesat. Banyak kawasan padat penduduk dengan infrastruktur listrik yang belum memadai, sehingga risiko kebakaran semakin tinggi. Data Dinas Damkar Batam mencatat rata-rata 50 kejadian kebakaran per tahun dalam tiga tahun terakhir, dengan mayoritas penyebab adalah korsleting listrik dan kebocoran gas. Kepala Dinas Damkar Batam, Hendriana Gustini, menegaskan bahwa pencegahan kebakaran harus dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga. “Kader PKK adalah mitra strategis karena mereka langsung berinteraksi dengan warga di tingkat RT/RW,” ujarnya.

Pelatihan: Teori dan Simulasi Lapangan

Pelatihan yang berlangsung pada Selasa, 14 Juli 2026, diikuti oleh 120 kader PKK yang mewakili 12 kecamatan. Materi yang diberikan meliputi:

  • Penyebab kebakaran rumah tangga dan cara pencegahannya.
  • Pengenalan alat pemadam api ringan (APAR) dan penggunaannya.
  • Teknik evakuasi dan penyelamatan diri saat kebakaran.
  • Penggunaan alat sederhana seperti karung goni dan selimut untuk memadamkan api.

Setelah sesi teori, peserta mengikuti simulasi lapangan di halaman kantor Dinas Damkar. Mereka berlatih memadamkan api menggunakan karung goni yang dibasahi, alat pemadam tradisional yang efektif untuk api kecil di dalam ruangan. “Kita menerima materi, kemudian selesai istirahat sholat kita praktik di bawah. Ibu-ibu belajar bagaimana menggunakan karung goni untuk mematikan api di dalam ruangan,” jelas Hendriana.

Jadwal dan Tahapan Pelatihan

TahapKegiatanTanggal
1Pelatihan Teori dan Simulasi14 Juli 2026
2Pendampingan di KecamatanAgustus-September 2026
3Evaluasi dan PelaporanOktober 2026

Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat

Pelatihan ini diharapkan mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) di masyarakat. Kader PKK yang telah terlatih akan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Mereka dapat mengedukasi tetangga dan keluarga tentang cara mencegah kebakaran, menggunakan alat pemadam sederhana, serta melakukan evakuasi mandiri. Dengan begitu, tingkat kesiapsiagaan masyarakat meningkat, dan risiko korban jiwa serta kerugian materi dapat ditekan.

Selain itu, program ini juga mendukung target nasional pengurangan risiko bencana. Pemerintah Kota Batam mengalokasikan anggaran dari APBD Penanggulangan 2026 untuk memastikan keberlanjutan pelatihan. “Keberadaan masyarakat yang memiliki pengetahuan dasar penanganan kebakaran akan sangat membantu mengurangi risiko ketika musibah terjadi,” tambah Hendriana.

Harapan ke Depan

Pemko Batam berencana memperluas jangkauan pelatihan ke kelompok masyarakat lain, seperti karang taruna dan komunitas ibu rumah tangga. Dengan semakin banyak warga yang terlatih, budaya sadar bahaya kebakaran diharapkan menjadi kebiasaan sehari-hari. Bukan tidak mungkin, Batam bisa menjadi percontohan kota tanggap kebakaran di Indonesia.

Di tengah hiruk-pikuk pembangunan ekonomi, keselamatan warga tetap menjadi prioritas. Melalui inisiatif seperti ini, Pemko Batam menunjukkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang tangguh, tidak hanya secara ekonomi tetapi juga dalam menghadapi ancaman bencana. Semoga semangat para kader PKK ini menginspirasi daerah lain untuk melakukan hal serupa.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *