Kemenkes Buka 25 Prodi PPDS Hospital-Based untuk Perkuat Pendidikan Dokter Spesialis
Suara Pecari, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membuka seleksi untuk 25 program studi baru Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis rumah sakit atau hospital-based. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat pendidikan dokter spesialis di Indonesia dan mendukung peningkatan layanan kesehatan.
Program Studi yang Dibuka
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Azhar Jaya, mengumumkan pembukaan seleksi 25 program studi baru dalam PPDS hospital-based. Program studi ini mencakup spesialis dasar dan kelompok Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU).
Spesialis Dasar
- Anestesiologi dan Terapi Intensif
- Obstetri dan Ginekologi
- Radiologi
- Ilmu Penyakit Dalam
- Ilmu Kesehatan Anak
- Ilmu Bedah
Kelompok KJSU
- Bedah Saraf
- Bedah Toraks Kardiovaskular (BTKV)
- Jantung dan Pembuluh Darah
- Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler
- Urologi
- Ortopedi dan Traumatologi
- Mata
Lokasi Penyelenggaraan
Program studi ini akan diselenggarakan di sejumlah rumah sakit di Indonesia, antara lain:
- RSUP Fatmawati
- RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso
- RSU Hermina Depok
- RS Ibu dan Anak Bunda
- RSAB Harapan Kita
- RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou
- RSUP Persahabatan
- RSUP Dr. M. Djamil
- RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo
- RSUD dr. Iskak Tulungagung
Rencana Pembukaan Prodi Spesialis Baru Tahap Kedua
Azhar Jaya juga menyampaikan rencana pembukaan program studi spesialis baru pada tahap kedua tahun 2026. Pemerintah menargetkan membuka 30 program studi spesialis baru yang terdiri dari 13 prodi spesialis dasar, 13 prodi spesialis KJSU, dan 4 prodi spesialis prioritas.
Signifikansi dan Dampak
Pembukaan program studi baru ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah dan kualitas dokter spesialis di Indonesia, memperkuat kapasitas rumah sakit sebagai tempat pendidikan, serta mendukung pelayanan kesehatan yang lebih optimal bagi masyarakat.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Kemenkes untuk menjawab kebutuhan tenaga medis spesialis yang terus meningkat seiring dengan perkembangan ilmu kedokteran dan kebutuhan layanan kesehatan di Tanah Air.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










