Jen-Hsun Huang Sumbang Rp1,2 Triliun untuk Kampus Seni San Francisco
Suara Pecari, Jen-Hsun Huang, CEO Nvidia, kembali menunjukkan komitmennya terhadap pendidikan seni dengan menyumbangkan dana sebesar $75 juta atau sekitar Rp1,2 triliun kepada Vanderbilt University. Donasi ini ditujukan untuk mendirikan kampus baru di San Francisco yang akan menggantikan California College of the Arts (CCA). Kampus tersebut akan dinamakan Jen-Hsun dan Lori Huang College of Art, Architecture and Design, sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi sang miliarder.
Donasi dari Jen-Hsun Huang ini merupakan yang terbesar yang pernah diberikan oleh pendiri Nvidia untuk institusi pendidikan tinggi. Sebelumnya, ia telah memberikan $22,5 juta kepada CCA pada awal 2025 untuk membantu mengatasi kesulitan keuangan sekolah tersebut. Namun, meskipun ada upaya penyelamatan, CCA akhirnya memutuskan untuk berhenti beroperasi setelah tahun ajaran 2026–2027. Vanderbilt kemudian mengambil alih kampus Potrero Hill dan berencana membuka kampus barunya pada tahun 2027–2028.
Langkah Jen-Hsun Huang ini tidak lepas dari kontroversi. Banyak seniman dan alumni CCA yang kecewa karena sekolah seni bersejarah berusia 120 tahun itu harus tutup. Lindsey White, seorang seniman dan pendidik di San Francisco, menyatakan, “Para miliarder ini lebih suka bermain Tuhan dan mendesain ulang sekolah seni sesuai citra mereka daripada mendukung warisan sekolah seni murni yang sudah berusia 120 tahun.” Kritik juga datang terkait kurangnya keterlibatan pemerintah lokal dalam menyelamatkan CCA. Gubernur California Gavin Newsom sebelumnya sempat mengupayakan dana publik sebesar $20 juta untuk CCA, namun gagal karena penolakan legislatif.
Vanderbilt University sendiri menyambut antusias donasi dari Jen-Hsun Huang. Kanselir Daniel Diermeier mengatakan, “San Francisco menawarkan lingkungan yang luar biasa untuk belajar seni, arsitektur, desain, dan budaya. Dengan Jen-Hsun dan Lori Huang College of Art, Architecture and Design, Vanderbilt menempatkan cabang-cabang kreativitas sebagai jantung kampus San Francisco.” Kampus baru ini akan menampung sekitar 1.000 mahasiswa S1 dan S2 dengan fokus pada teknik, kewirausahaan, dan desain.
Jen-Hsun Huang mendirikan Nvidia pada tahun 1993 di sebuah restoran Denny’s. Perusahaan tersebut kini menjadi pemimpin pasar dalam pembuatan unit pemrosesan grafis (GPU) yang digunakan untuk kecerdasan buatan. Dengan valuasi mencapai $5,5 triliun pada Mei 2026, Nvidia menjadi perusahaan publik paling bernilai dalam sejarah. Donasi ini menunjukkan bahwa Jen-Hsun Huang percaya praktik kreatif adalah mesin paling penting dari inovasi. Ia menyatakan, “Teknologi memperluas apa yang bisa kita bangun. Seni dan desain menentukan mengapa kita membangunnya. Bersama-sama, mereka membentuk peradaban.”
Kontribusi Jen-Hsun Huang ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem seni dan teknologi di San Francisco. Namun, masih banyak yang mempertanyakan apakah langkah ini benar-benar menguntungkan bagi komunitas seni lokal atau justru mengubah wajah pendidikan seni tradisional. Ke depannya, kolaborasi antara institusi pendidikan dan sektor swasta seperti ini kemungkinan akan semakin sering terjadi, seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan sumber daya pendanaan alternatif di tengah krisis finansial yang melanda banyak sekolah seni.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










