Pendaftaran SPMB 2026/2027: Ada Sekolah Sepi Peminat, Ada Sistem Error, Waspada Hoaks
Suara Pecari | Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 tengah berlangsung di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari jenjang TK hingga SMA/SMK negeri. Namun, pelaksanaan tahun ini diwarnai berbagai dinamika, mulai dari minimnya pendaftar di beberapa sekolah dasar di Demak, kendala teknis di Jawa Barat, hingga maraknya informasi hoaks terkait link pendaftaran insentif bagi guru. Artikel ini merangkum kondisi terkini proses pendaftaran SPMB di Indonesia.
Di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pendaftaran SPMB jenjang TK, SD, dan SMP dibuka selama 9 hari, dari 8 Juni hingga 17 Juni 2026. Sehari menjelang penutupan, dua SD negeri di Kecamatan Demak masih sepi peminat. Berdasarkan data statistik portal SPMB Demak, SD Negeri Bintoro 16 hanya mencatat 3 pendaftar, 2 di antaranya terverifikasi dan diterima, dari total kuota 28 murid. Sementara itu, SD Negeri Bintoro 08 memiliki 5 pendaftar, semuanya terverifikasi dan diterima dari kuota yang sama. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Demak, Haris Wahyudi Ridwan, menjelaskan bahwa data di portal diperbarui secara real time sehingga angka dapat berubah sewaktu-waktu. Fenomena ini menunjukkan bahwa masih ada sekolah negeri yang kurang diminati, meskipun pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi spmb.demakkab.go.id dengan empat jalur: domisili, afirmasi, dan prestasi.
Situasi berbeda terjadi di Jawa Barat. SPMB tahap satu untuk SMA/SMK negeri yang dibuka sejak 15 Juni 2026 justru menuai keluhan. Banyak pendaftar dan orang tua melaporkan bahwa halaman pendaftaran tidak bisa diakses, status pendaftaran berubah drastis dari “menunggu verifikasi” menjadi “belum terpetakan”, dan bahkan portal tiba-tiba menutup akses. Akibatnya, akun Instagram Dinas Pendidikan Jawa Barat dibanjiri komentar kekecewaan. Seorang pengguna dengan akun @husen_id menulis, “Tiba-tiba nggak bisa daftar tahap 1, halaman pendaftarannya tidak bisa diakses alias menghilang…” Sementara itu, status registrasi di laman resmi SPMB Jabar berubah menjadi “ditutup sementara”. Dinas Pendidikan setempat belum memberikan pernyataan resmi mengenai penyebab dan solusi masalah ini.
Di sisi lain, bagi calon mahasiswa yang belum berhasil lolos melalui jalur SNBP atau UTBK SNBT 2026, masih ada kesempatan melalui jalur mandiri di 11 perguruan tinggi negeri (PTN) yang masih membuka pendaftaran hingga minggu ketiga Juni 2026. Beberapa PTN seperti Universitas Hasanuddin dan universitas di Pulau Bali masih membuka seleksi mandiri dengan berbagai jalur, misalnya seleksi berdasarkan perangkingan nilai SNBT atau UTBK mandiri. Informasi lengkap dapat diakses melalui laman resmi masing-masing PTN.
Namun, masyarakat juga perlu waspada terhadap informasi palsu yang beredar. Baru-baru ini, beredar klaim link pendaftaran insentif sebesar Rp5 juta untuk guru honorer dan ASN. Setelah ditelusuri, klaim tersebut dipastikan hoaks. Link yang disebarkan, seperti “bitly.cx/Langsungklikdisini”, tidak mengarah ke situs resmi pemerintah. Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi dan tidak mudah tergiur dengan tawaran bantuan yang tidak jelas sumbernya.
Secara keseluruhan, proses pendaftaran SPMB 2026/2027 menunjukkan bahwa meskipun sistem online memudahkan akses, masih banyak tantangan yang perlu dibenahi, mulai dari sosialisasi sekolah yang sepi peminat, perbaikan infrastruktur teknis agar tidak error, hingga edukasi publik untuk menangkal hoaks. Pemerintah daerah dan pusat diharapkan dapat mengambil langkah cepat agar pelaksanaan pendaftaran tahun depan berjalan lebih lancar dan transparan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












