SPMB Palembang 2026: Pendaftaran Gelombang II Berakhir, Pengumuman Hasil Sudah Keluar

SPMB Palembang 2026: Pendaftaran Gelombang II Berakhir, Pengumuman Hasil Sudah Keluar

Suara Pecari | Palembang – Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Palembang 2026 terus bergulir. Hari ini, Jumat 19 Juni 2026, menjadi hari terakhir pendaftaran SPMB Sumsel gelombang II. Sementara itu, pengumuman hasil SPMB Palembang untuk jenjang SD dan SMP telah dirilis sejak Rabu, 17 Juni 2026. Para orang tua dan calon siswa diimbau untuk segera mengecek hasil seleksi melalui laman resmi yang telah disediakan.

SPMB Palembang 2026 menjadi momen krusial bagi ribuan siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Untuk jenjang SD, jalur yang dibuka meliputi domisili dan mutasi, sedangkan untuk SMP tersedia jalur domisili, mutasi, dan prestasi. Bagi peserta yang dinyatakan lolos, tahapan selanjutnya adalah daftar ulang yang akan dimulai pada 22 Juni hingga 26 Juni 2026. Calon siswa yang tidak melakukan daftar ulang tepat waktu akan dianggap mengundurkan diri, dan tempatnya akan diisi oleh calon cadangan dengan prioritas jarak terdekat.

Jadwal dan Tahapan SPMB Palembang 2026

Berikut adalah jadwal lengkap SPMB Palembang 2026 yang perlu diperhatikan:

  • Pengumuman hasil seleksi: 17 Juni 2026
  • Masa sanggah: 17-19 Juni 2026
  • Daftar ulang: 22-26 Juni 2026

Bagi peserta yang ingin melakukan sanggahan, dapat mengajukan dalam periode yang telah ditentukan. Setelah itu, sekolah akan memverifikasi ulang data calon siswa.

Persyaratan dan Berkas Daftar Ulang

Calon siswa yang diterima wajib membawa berkas asli saat daftar ulang ke sekolah tujuan. Berkas yang diperlukan antara lain:

  • Kartu keluarga (KK) asli dan fotokopi
  • Akte kelahiran
  • Ijazah atau surat keterangan lulus SD/SMP
  • Pas foto terbaru
  • Dokumen pendukung lainnya sesuai ketentuan sekolah

Pastikan semua dokumen telah lengkap agar proses daftar ulang berjalan lancar.

Isu Pendidikan di Sumsel: Guru PPPK dan Biaya Publikasi

Di tengah pelaksanaan SPMB Palembang, isu pendidikan di Sumatera Selatan juga mencuat. Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mengungkapkan masih adanya guru PPPK Paruh Waktu yang digaji di bawah standar, bahkan lebih rendah dari guru honorer. Di Blitar, seorang guru PPPK Paruh Waktu hanya menerima Rp500.000 per bulan, sementara di Sumedang ada yang hanya Rp50.000. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.

Selain itu, biaya publikasi internasional yang tinggi juga menjadi jurang pemisah antara kampus besar dan kampus daerah. Dosen Universitas Sriwijaya menyoroti bahwa akses terhadap jurnal bereputasi masih sangat ditentukan oleh kemampuan finansial, sehingga suara peneliti dari daerah rentan terpinggirkan. Padahal, gagasan tentang pertanian tropis dan ketahanan pangan justru tumbuh kuat di luar pusat.

Kesimpulan

SPMB Palembang 2026 telah memasuki tahap akhir dengan pengumuman hasil dan persiapan daftar ulang. Masyarakat diharapkan mematuhi seluruh jadwal dan ketentuan yang berlaku. Di sisi lain, tantangan di dunia pendidikan seperti kesejahteraan guru dan kesenjangan akses publikasi perlu menjadi perhatian bersama demi mewujudkan pendidikan yang lebih merata dan berkualitas di Sumatera Selatan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan