Disnakerperind Jembrana Buka Lima Pelatihan Berbasis Kompetensi untuk Tingkatkan Daya Saing Tenaga Kerja
Suara Pecari, Negara – Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperind) Kabupaten Jembrana kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan membuka lima paket pelatihan berbasis kompetensi secara gratis. Program yang diberi nama ‘Pelatihan Lima Paket PVN Batch 2’ ini didanai oleh Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banyuwangi dan dilaksanakan di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Disnakerperind Jembrana. Pembukaan resmi dilakukan pada Senin, 6 Juli 2026, bersamaan dengan sejumlah agenda strategis lainnya.
Latar Belakang dan Tujuan Pelatihan
Pelatihan berbasis kompetensi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menjawab tantangan dunia industri yang terus berkembang. Kepala Disnakerperind Jembrana, I Wayan Suasta, dalam sambutannya menegaskan bahwa program ini dirancang untuk membekali masyarakat dengan keterampilan praktis yang langsung dapat diterapkan di dunia kerja atau digunakan untuk memulai usaha mandiri. ‘Kami ingin menciptakan tenaga kerja yang tidak hanya siap pakai, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan,’ ujarnya.
Program ini juga sejalan dengan visi pemerintah pusat dalam memperkuat vokasi dan produktivitas nasional. Dengan pendanaan dari BPVP Banyuwangi, BLK Jembrana dapat menyelenggarakan pelatihan tanpa membebani peserta dengan biaya. Hal ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak kalangan, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu atau putus sekolah.
Lima Jenis Pelatihan yang Ditawarkan
Pelatihan yang dibuka mencakup lima bidang keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini. Berikut adalah rincian masing-masing pelatihan beserta jumlah peserta dan instruktur:
| No | Nama Pelatihan | Jumlah Peserta | Instruktur |
|---|---|---|---|
| 1 | Menjahit Pakaian Dasar Pria dan Wanita | 16 | Ni Luh Putu Suryani |
| 2 | Practical Office Advance | 12 | I Kadek Dwi Payana |
| 3 | Pembuatan Roti dan Kue | 16 | Ni Made Ayu Purnami |
| 4 | Konten Visual (Kelas A) | 14 | I Putu Eka Suarjana |
| 5 | Konten Visual (Kelas B) | 14 | I Wayan Agus Wirawan |
Total peserta yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 72 orang, terdiri dari berbagai latar belakang, termasuk ibu rumah tangga, lulusan SMA/SMK, dan pekerja informal. Pelatihan dilaksanakan selama 15 hari dengan metode 70% praktik dan 30% teori, sehingga peserta benar-benar menguasai keterampilan yang diajarkan.
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat dan Industri
Kehadiran pelatihan berbasis kompetensi ini diharapkan memberikan dampak positif yang signifikan, baik bagi peserta maupun bagi perekonomian daerah. Bagi peserta, mereka tidak hanya mendapatkan sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional, tetapi juga bekal untuk bersaing di pasar kerja atau merintis usaha sendiri. Misalnya, pelatihan menjahit dapat membuka peluang usaha konveksi rumahan, sementara pelatihan pembuatan roti dan kue bisa menjadi modal membuka toko kue.
Dari sisi industri, ketersediaan tenaga kerja terampil akan meningkatkan produktivitas dan daya saing perusahaan lokal. Sektor pariwisata Jembrana yang sedang berkembang juga akan diuntungkan, terutama dengan adanya pelatihan konten visual yang dapat mendukung promosi destinasi wisata secara digital. Kepala UPTD BLK Jembrana, I Putu Eka Suarjana, menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan dunia usaha untuk memastikan kurikulum pelatihan sesuai dengan kebutuhan industri.
Kronologi Kegiatan Disnakerperind Jembrana pada 6 Juli 2026
Hari Senin yang padat itu tidak hanya diisi dengan pembukaan pelatihan, tetapi juga dua agenda penting lainnya. Berikut kronologi kegiatannya:
- Pagi hari: Bidang Penempatan, Pelatihan, dan Produktivitas Tenaga Kerja (P3T) mengikuti pembukaan Bright Hospitality Awareness di Ballroom Jembrana, Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan dan kesadaran pelaku sektor pariwisata, khususnya perhotelan dan pelayanan publik.
- Siang hari: Disnakerperind menggelar rapat evaluasi realisasi anggaran Semester I Tahun 2026 di ruang rapat kepala dinas. Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Dinas dan dihadiri Sekretaris Dinas, Kepala UPTD BLK, kepala subbagian, PPTK, serta jajaran terkait. Evaluasi dilakukan untuk meninjau capaian program dan penggunaan anggaran Januari-Juni 2026, sekaligus memastikan akuntabilitas tata kelola pemerintahan.
- Sore hari: Pembukaan resmi Pelatihan Lima Paket PVN Batch 2 di UPTD BLK Disnakerperind Jembrana, menandai dimulainya program peningkatan kompetensi tenaga kerja.
Sinergi dengan Program Lain
Pelatihan berbasis kompetensi ini tidak berdiri sendiri. Disnakerperind Jembrana juga aktif dalam program Bright Hospitality Awareness yang digelar serentak. Program tersebut menyasar pelaku usaha perhotelan, restoran, dan pelayanan publik untuk meningkatkan standar pelayanan. Dengan sinergi antara pelatihan keterampilan teknis dan peningkatan soft skill di bidang hospitality, diharapkan tercipta SDM yang unggul secara holistik.
Selain itu, rapat evaluasi anggaran menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengelola dana secara transparan dan efektif. Kepala Dinas menekankan bahwa setiap rupiah anggaran harus memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Hasil evaluasi akan menjadi dasar perencanaan program pada semester kedua.
Di tengah tantangan ekonomi global dan persaingan tenaga kerja yang semakin ketat, langkah Disnakerperind Jembrana patut diapresiasi. Pelatihan berbasis kompetensi bukan sekadar program rutin, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan masyarakat Jembrana. Dengan keterampilan yang relevan dan sertifikasi yang diakui, para peserta diharapkan mampu meraih pekerjaan yang lebih baik atau menciptakan lapangan kerja sendiri. Inisiatif ini menjadi contoh nyata bagaimana pemerintah daerah dapat berperan aktif dalam membangun SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










