Kemendikdasmen Dorong Penguatan Guru Pendamping ABK untuk Pendidikan Inklusif

Suara Pecari – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengakui adanya kekurangan guru pendamping untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) di Indonesia. Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Arif Jamali Muis, menyampaikan hal ini dalam Rakernas dan Simposium Nasional Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (PP KAUMY) 2026 yang digelar di UMY pada 24 Oktober 2026.

Kebutuhan Guru Pendamping ABK Masih Tinggi

Berdasarkan data resmi Kemendikdasmen per 22 Oktober 2026, terdapat 245.350 peserta didik berkebutuhan khusus yang tercatat di sistem pendidikan. Jumlah ini belum mencerminkan keseluruhan anak berkebutuhan khusus di Indonesia, sehingga kebutuhan akan guru pendamping yang kompeten masih sangat besar.

Baca juga:

Penguatan Pendidikan Inklusif Melalui PKA

Arif Jamali Muis menegaskan bahwa pendidikan bermutu harus mencakup aspek inklusif, bukan hanya aspek ekonomi. Ia menyatakan bahwa semua sekolah harus diarahkan menjadi sekolah inklusif yang mampu merespons kebutuhan belajar setiap peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus.

Upaya penguatan guru pendamping ABK dilakukan dengan menyediakan kuota bagi 150 ribu guru untuk meningkatkan kualifikasi akademik mereka. Program ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas guru dalam mendukung pendidikan inklusif yang adaptif dan bermakna.

Transformasi Pembelajaran dari Dalam Kelas

Menurut Arif, keberhasilan kebijakan pendidikan sangat bergantung pada transformasi pembelajaran di dalam kelas. Dalam konteks generasi yang semakin digital, guru dituntut untuk mengadopsi metode pembelajaran yang bermakna, adaptif, dan mengintegrasikan teknologi digital secara efektif.

Penyediaan fasilitas digital seperti papan interaktif digital (PID) atau interactive flat panel (IFP) juga menjadi fokus, namun Kemendikdasmen menyadari adanya tantangan dalam peningkatan kapasitas guru dalam menggunakan teknologi tersebut.

Baca juga:

Peran Alumni dan Kolaborasi untuk Pendidikan Inklusif

Arif juga mengajak alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang bergerak di bidang pendidikan inklusif untuk berdiskusi dan berkolaborasi dengan direktoratnya. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung pengembangan dan implementasi pendidikan inklusif yang lebih efektif di lapangan.

Pentingnya Pendidikan Bermutu untuk Semua

Pendidikan inklusif merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua peserta didik tanpa terkecuali. Hal ini sejalan dengan komitmen Kemendikdasmen untuk memastikan tidak ada peserta didik yang tertinggal, terutama anak-anak berkebutuhan khusus yang membutuhkan pendampingan khusus agar mampu berkembang secara optimal.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *