Pembangunan Tol Semarang-Demak Capai 79%, Ditarget Berfungsi Saat Nataru 2027
Suara Pecari – Pembangunan Tol Semarang-Demak telah mencapai progres konstruksi sebesar 79,42 persen per 22 Oktober 2026. Pemerintah menargetkan ruas tol ini dapat selesai pada akhir tahun 2027 dan sudah dapat difungsikan saat periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2027.
Progres Pembangunan Tol Semarang-Demak
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan bahwa pengerjaan tol ini sudah berjalan sesuai rencana. “Targetnya akhir 2027 selesai, mudah-mudahan bisa lebih cepat. Kita upayakan. Paling tidak nanti di Nataru 2027 bisa difungsionalkan,” ujarnya. Dody juga menegaskan komitmen untuk menjaga kualitas konstruksi agar tol dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang.
Detail Progres Tiap Paket
- Paket 1A: Memiliki progres tertinggi sebesar 97,49 persen. Pekerjaan di kawasan Kaligawe dan Sayung ini sudah memasuki tahap akhir, mencakup jembatan Kaligawe, jalan layang, jalan utama, dan fasilitas pendukung. Seluruh konstruksi elevated sudah selesai dan tersambung dengan Paket 1B.
- Paket 1B: Meliputi tanggul laut dan jalan utama sepanjang 6,73 kilometer dengan progres 75,22 persen. Pekerjaan masih melibatkan perbaikan tanah melalui preloading dan masa tunggu konsolidasi selama 425 hari untuk menjamin kestabilan tanah sebelum konstruksi dilanjutkan. Paket ini juga mencakup revetment, akses masuk dan keluar Terboyo, Jembatan Babon, Jembatan Sayung, area istirahat, gerbang tol, dan fasilitas lain.
- Paket 1C: Mencakup pembangunan kolam retensi Terboyo seluas 189 hektare dan kolam retensi Sriwulan seluas 28 hektare, termasuk rumah pompa dan saluran pendukung dengan progres fisik 75,68 persen.
Konteks dan Dampak Pembangunan Tol
Proyek pembangunan Tol Semarang-Demak merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur transportasi di wilayah Jawa Tengah. Dengan tersambungnya ruas tol ini, diharapkan dapat memperlancar mobilitas barang dan penumpang, mengurangi kemacetan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.
Pengoperasian tol saat libur Nataru 2027 juga diharapkan dapat memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang melakukan perjalanan selama masa liburan, sekaligus meningkatkan keselamatan dan efisiensi perjalanan.
Komitmen Kualitas dan Dukungan Pihak Terkait
Menurut Prasetyo Arief, PPK Pengawasan pada Satker Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak, seluruh penyedia jasa, baik lokal maupun dari luar, masih memiliki semangat tinggi dalam menyelesaikan proyek ini. Tidak terdapat kendala berarti dalam pelaksanaan konstruksi sehingga progres pengerjaan dapat berjalan sesuai target.
Pemerintah juga berupaya memastikan bahwa pembangunan tol ini tidak hanya selesai tepat waktu tetapi juga memenuhi standar kualitas yang ketat agar infrastruktur dapat bertahan lama dan berfungsi optimal.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










