Gempa Magnitudo 3,7 Getarkan Melonguane Sulawesi Utara, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Suara Pecari | Gempa Magnitudo 3,7 Getarkan Melonguane Sulawesi Utara LPP RRI. Guncangan gempa bumi dengan magnitudo 3,7 mengguncang wilayah Melonguane, Sulawesi Utara, pada Selasa sore, 9 Juni 2026. Peristiwa Gempa Magnitudo 3,7 Getarkan Melonguane Sulawesi Utara LPP RRI ini terjadi tepat pukul 17:18 WIB, berdasarkan laporan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
BMKG mencatat episenter gempa berada pada koordinat 5.00 Lintang Utara dan 125.69 Bujur Timur. Pusat gempa terletak sekitar 156 kilometer barat laut dari Melonguane, dengan kedalaman mencapai 10 kilometer di bawah permukaan laut. Meskipun termasuk gempa dangkal, BMKG menegaskan bahwa Gempa Magnitudo 3,7 Getarkan Melonguane Sulawesi Utara LPP RRI ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat guncangan tersebut. Masyarakat setempat dilaporkan tetap tenang, dan aktivitas sehari-hari berjalan seperti biasa. Pihak berwenang masih terus memantau situasi dan akan memberikan informasi lebih lanjut jika diperlukan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik. Informasi awal yang disampaikan mengutamakan kecepatan, sehingga data dapat berubah seiring dengan pembaruan hasil analisis yang lebih akurat. Masyarakat diimbau untuk hanya mengacu pada informasi resmi dari BMKG dan tidak mudah percaya pada berita hoaks yang beredar.
Gempa Magnitudo 3,7 Getarkan Melonguane Sulawesi Utara LPP RRI ini menjadi pengingat akan posisi Indonesia yang berada di kawasan rawan gempa. Wilayah Sulawesi Utara sendiri dikenal sebagai daerah dengan aktivitas seismik yang cukup tinggi karena berada di dekat pertemuan lempeng tektonik. Meskipun gempa kali ini berskala kecil, kesiapsiagaan tetap perlu dijaga.
Dalam beberapa tahun terakhir, Melonguane dan sekitarnya telah mengalami beberapa kali gempa dengan magnitudo bervariasi. Namun, sebagian besar gempa tersebut tidak menimbulkan dampak signifikan. Pemerintah daerah bersama BMKG terus berupaya meningkatkan edukasi kebencanaan kepada masyarakat agar mampu merespons dengan tepat saat terjadi gempa.
Kesimpulannya, gempa magnitudo 3,7 yang mengguncang Melonguane tidak menimbulkan kerusakan atau korban, dan tidak berpotensi tsunami. Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Kejadian ini sekaligus mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam di wilayah rawan gempa.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












