Pasar Nauli Sibolga Terbakar: 500 Kios Hangus, Kerugian Capai Rp 10 Miliar, Ratusan Pedagang Terdampak

Pasar Nauli Sibolga Terbakar: 500 Kios Hangus, Kerugian Capai Rp 10 Miliar, Ratusan Pedagang Terdampak

Suara Pecari, Kebakaran hebat melanda Pasar Nauli Sibolga, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga, pada Sabtu malam (11/7/2026). Si jago merah melalap habis sekitar 500 kios dan los pasar, menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp 10 miliar. Peristiwa ini tidak hanya mengguncang para pedagang, tetapi juga memukul perekonomian warga yang bergantung pada pasar tradisional terbesar di Kota Sibolga tersebut.

Kronologi Kebakaran

Kebakaran pertama kali dilaporkan sekitar pukul 21.00 WIB oleh seorang warga yang sedang berada di warung kopi tidak jauh dari lokasi. Menurut keterangan Kasi Humas Polres Sibolga, Aiptu Hadi Sitanggang, saksi melihat kepulan asap dan api muncul dari bagian atas salah satu kios sembako. Saksi segera melapor kepada kepala pasar dan menghubungi petugas pemadam kebakaran (damkar) setempat.

Petugas damkar tiba di lokasi dalam waktu 15 menit, namun api dengan cepat merambat ke kios-kios di sekitarnya karena sebagian besar bahan bangunan pasar terbuat dari kayu dan triplek. Angin kencang yang bertiup pada malam itu semakin mempercepat penyebaran api. Petugas sempat kewalahan karena sumber air terbatas dan akses jalan sempit yang menyulitkan mobil pemadam masuk ke area pasar.

Proses pemadaman berlangsung selama delapan jam. Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Minggu (12/7) pukul 05.00 WIB dini hari. Untuk mengantisipasi munculnya titik api baru, petugas damkar bersama TNI dan Polri terus melakukan pendinginan hingga siang hari.

Dampak dan Kerugian

Kebakaran ini menghanguskan sekitar 500 kios dari total 800 kios yang ada di Pasar Nauli. Jenis dagangan yang terbakar meliputi sembako, pakaian, peralatan rumah tangga, elektronik, dan makanan. Sebagian besar pedagang tidak sempat menyelamatkan barang dagangan mereka.

Jenis KerugianPerkiraan Nilai
Kerusakan kios dan losRp 4 miliar
Barang dagangan (sembako, pakaian, dll)Rp 5 miliar
Infrastruktur listrik dan airRp 1 miliar
Total KerugianRp 10 miliar

Selain kerugian material, kebakaran ini mengakibatkan ribuan pedagang dan buruh pasar kehilangan mata pencaharian sementara. Pasar Nauli Sibolga merupakan pusat perdagangan tradisional yang melayani tidak hanya warga Kota Sibolga, tetapi juga daerah sekitarnya seperti Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan. Aktivitas jual beli di pasar lumpuh total sejak kejadian.

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Aiptu Hadi Sitanggang menyatakan bahwa polisi masih menunggu hasil penyelidikan dari tim forensik dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara. Beberapa spekulasi awal mengarah pada korsleting listrik, namun belum ada konfirmasi resmi.

Kami telah mengamankan beberapa saksi dan barang bukti dari lokasi kejadian. Tim Labfor akan melakukan olah TKP secara menyeluruh untuk memastikan titik api pertama dan penyebabnya, ujar Hadi.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Kebakaran di Pasar Nauli memberikan dampak berantai yang luas:

  • Gangguan Pasokan Barang: Sebagai pasar induk, terbakarnya kios sembako dan bahan pokok menyebabkan kelangkaan sementara di beberapa komoditas, seperti beras, minyak goreng, dan gula. Harga di pasar-pasar kecil di sekitar Sibolga sempat merangkak naik.
  • Hilangnya Lapangan Kerja: Selain pedagang, ribuan kuli angkut, tukang parkir, dan pekerja informal lainnya kehilangan penghasilan harian mereka. Pemerintah kota mencatat setidaknya 2.500 orang terdampak langsung.
  • Ketahanan Ekonomi Warga: Banyak pedagang mengandalkan modal pinjaman dari bank atau rentenir. Dengan ludesnya barang dagangan, mereka menghadapi ancaman gagal bayar dan jeratan utang.
  • Sentimen Keamanan Pasar: Insiden ini kembali menyoroti buruknya sistem keselamatan kebakaran di pasar-pasar tradisional Indonesia. Jalur evakuasi sempit, minimnya alat pemadam api ringan (APAR), dan kabel listrik yang semrawut menjadi problem klasik.

Tanggapan Pemerintah dan Upaya Pemulihan

Wali Kota Sibolga, H. Syahrul Pasaribu, bersama jajaran pemkot langsung meninjau lokasi kebakaran pada Minggu pagi. Ia menyatakan rasa prihatin dan berjanji akan memberikan bantuan darurat bagi para pedagang. Pemerintah kota menyiapkan lokasi sementara di lahan kosong dekat terminal untuk relokasi sementara pedagang.

Kami akan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan BPBD untuk menyalurkan bantuan modal usaha dan sembako. Targetnya, dalam dua pekan ke depan, pedagang sudah bisa berjualan kembali di tempat sementara, ujar Syahrul.

Selain itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Sibolga akan mengaudit seluruh pasar tradisional di kota untuk meningkatkan standar keamanan kebakaran. Rencana jangka panjang, Pemkot akan merelokasi Pasar Nauli ke area yang lebih luas dan modern, dengan sistem proteksi kebakaran yang memadai.

Harapan di Tengah Kepulan Asap

Di balik tragedi yang menyisakan puing-puing hangus, muncul semangat solidaritas dari masyarakat. Sejak Minggu pagi, puluhan relawan dari komunitas peduli bencana, mahasiswa, dan ormas turun tangan membantu membersihkan puing dan mendirikan dapur umum. Donasi berupa pakaian, makanan, dan uang tunai mulai mengalir dari warga Sibolga dan daerah tetangga.

Api mungkin telah memakan harta benda, namun tidak bisa memadamkan semangat para pedagang untuk bangkit kembali. Di sudut pasar yang masih berasap, terlihat beberapa ibu-ibu tengah merapikan sisa barang yang selamat, sembari sesekali meneteskan air mata. Mereka tidak sendiri; pemerintah, swasta, dan warga bahu-membahu memastikan roda ekonomi kembali berputar.

Pasar Nauli Sibolga bukan sekadar tiang penyangga ekonomi kota, melainkan juga cermin denyut nadi kehidupan masyarakat pesisir barat Sumatera. Dari puing-puing ini, diharapkan pasar akan lahir kembali lebih kuat, lebih aman, dan lebih modern, sehingga tragedi serupa tidak terulang di masa depan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *