Pemerintah Segera Realisasikan Bursa Mineral Indonesia, Target Beroperasi 2027
Suara Pecari | Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk segera membentuk bursa mineral nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola sumber daya alam. Dalam keterangan resmi yang disampaikan di Gedung DPR, Selasa, 9 Juni 2026, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pembahasan dan kajian mendalam masih terus dilakukan. Rencana Pemerintah Akan Segera Bentuk Bursa Mineral Indonesia LPP RRI ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan perdagangan mineral dan komoditas strategis berlangsung transparan dan memberikan nilai tambah bagi negara.
Bahlil menjelaskan bahwa pihaknya masih mencari formulasi yang tepat sebelum implementasi. “Kita belum melakukan pembahasan detail menyangkut dengan bursa mineral, lagi mencari-cari formulasi. Saya pikir belum ke arah sana (kebijakan penjualan), nanti kita akan bahas,” ujarnya. Meskipun demikian, arah kebijakan terkait perdagangan mineral sudah mulai mengerucut. Saat ini, pemerintah fokus pada penguatan tata kelola ekspor satu pintu melalui badan usaha milik negara (BUMN) di bawah koordinasi PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Langkah Pemerintah Akan Segera Bentuk Bursa Mineral Indonesia LPP RRI merupakan amanat dari revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan bahwa bursa mineral ditargetkan mulai beroperasi pada 1 Januari 2027. “Kita bicara tentang komersial bagaimana mineral dan komoditas strategis Indonesia itu diperdagangkan di Indonesia. Kemudian orang tahu bahwa mineral kita seperti apa, di tingkat harga berapa, kemudian jadi pengikatan kontrak orang,” jelas Bahlil. Dengan adanya bursa ini, diharapkan harga mineral Indonesia dapat menjadi acuan global dan memberikan kepastian bagi pelaku industri.
Pembentukan bursa mineral juga akan memisahkan pengaturan komoditas strategis dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bapepti). Misbakhun memastikan bahwa Bapepti nantinya tidak lagi menangani mineral dan komoditas strategis. “Kalau ada mineral dan komoditas strategis ada di Bapepti akan ditarik,” katanya. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menciptakan ekosistem perdagangan yang terintegrasi dan efisien.
Bahlil menambahkan bahwa bursa mineral tidak hanya akan memperdagangkan mineral, tetapi juga komoditas strategis lainnya. “Lalu kemudian juga sumber daya strategis yang lainnya. Itu komoditas strategis lainnya juga diperdagangkan di sana,” ucapnya. Dengan demikian, bursa ini diharapkan menjadi pusat perdagangan berbagai komoditas unggulan Indonesia, mulai dari nikel, bauksit, tembaga, hingga batubara.
Pemerintah juga belajar dari pengalaman negara lain yang telah sukses menjalankan bursa komoditas. Misbakhun menegaskan bahwa Indonesia akan membuat konsep terbaik dengan mengacu pada praktik terbaik internasional. “Kita akan membuat konsep terbaik bursa komoditas. Hal ini karena sudah banyak ditemukan di negara lain dan mereka bisa menjadi acuan Indonesia,” ujarnya.
Rencana Pemerintah Akan Segera Bentuk Bursa Mineral Indonesia LPP RRI disambut positif oleh berbagai pihak. Para pelaku industri berharap bursa ini dapat meningkatkan transparansi harga, mengurangi praktik monopoli, dan memberikan kepastian hukum dalam perdagangan mineral. Selain itu, bursa mineral juga diyakini dapat meningkatkan pendapatan negara melalui pajak dan royalti yang lebih optimal.
Meskipun masih dalam tahap kajian, komitmen pemerintah untuk merealisasikan bursa mineral menunjukkan keseriusan dalam mengelola sumber daya alam secara berdaulat. Dengan target operasi pada awal 2027, masih ada waktu untuk menyempurnakan regulasi dan infrastruktur pendukung. Masyarakat dan pelaku usaha diharapkan dapat memberikan masukan konstruktif demi terwujudnya bursa mineral yang kredibel dan berdaya saing.
Sebagai kesimpulan, pembentukan bursa mineral Indonesia merupakan langkah maju dalam tata kelola sumber daya alam. Dengan mengintegrasikan perdagangan mineral dan komoditas strategis dalam satu wadah, Indonesia dapat memaksimalkan nilai tambah dan memperkuat posisi di pasar global. Dukungan semua pihak sangat diperlukan agar bursa ini dapat beroperasi sesuai target dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi negara dan rakyat Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










