Bupati Purwakarta Minta Maaf Usai Diperiksa Kemendagri, Kakak Dukung di Tengah Polemik Lagu Kontroversial

Bupati Purwakarta Minta Maaf Usai Diperiksa Kemendagri, Kakak Dukung di Tengah Polemik Lagu Kontroversial

Suara Pecari | Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, yang akrab disapa Om Zein, akhirnya angkat bicara dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka terkait polemik lagu ciptaannya berjudul ‘Lalaki Langit Lalanang Bejat’. Lagu berbahasa Sunda yang viral di media sosial itu menuai kecaman luas karena dinilai seksis dan merendahkan kaum perempuan. Kontroversi ini memuncak hingga Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) turun tangan memanggil Bupati Purwakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Pemeriksaan yang berlangsung pada Jumat, 3 Juli 2026, di Gedung Inspektorat Jenderal Kemendagri, Jakarta, berlangsung selama delapan jam, dari pukul 09.00 hingga 17.00 WIB. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Benni Irwan, mengungkapkan bahwa selama proses tersebut, Bupati Purwakarta dicecar sebanyak 60 pertanyaan yang berfokus pada proses penciptaan lagu dan mekanisme publikasinya melalui media sosial.

“Di akhir pemeriksaan, beliau menyampaikan penyesalan dan pengakuan kesalahan. Bupati Purwakarta juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya serta menyampaikan permohonan maaf,” ujar Benni. Selain itu, Om Zein telah menurunkan (take down) seluruh konten lagu tersebut dari akun media sosial pribadinya sebagai bentuk itikad baik.

Meskipun telah meminta maaf, pernyataan Bupati Purwakarta menuai kritik karena dalam klarifikasinya ia menggunakan kata “jika”, yang dianggap sebagian pihak tidak menunjukkan penyesalan yang tulus. Dalam unggahan Instagram, Om Zein menjelaskan bahwa lagu itu diciptakan pada tahun 2020, jauh sebelum ia menjabat sebagai bupati, dan terinspirasi dari pengalaman pribadinya.

Di sisi lain, sang kakak, Jazuli Juwaini, yang merupakan anggota DPR RI, justru memberikan dukungan penuh kepada Om Zein. Melalui pernyataan publik, Jazuli menyatakan bangga terhadap adiknya dan menilai bahwa polemik ini berlebihan. Dukungan tersebut semakin memanaskan perdebatan di media sosial, di mana banyak pihak mendesak agar Bupati Purwakarta mendapat sanksi tegas.

Kemendagri saat ini masih mengevaluasi hasil pemeriksaan dan akan melaporkannya kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan sanksi. “Mengenai sanksi, nanti akan dilaporkan oleh Inspektorat Jenderal kepada Menteri Dalam Negeri untuk penetapan sanksi sesuai hasil pemeriksaan,” jelas Benni.

Polemik lagu ‘Lalaki Langit Lalanang Bejat’ menjadi sorotan nasional karena melibatkan seorang kepala daerah yang seharusnya menjadi teladan. Banyak pihak menilai bahwa konten yang merendahkan perempuan tidak layak dipublikasikan oleh seorang pejabat publik. Kasus ini juga memicu diskusi tentang etika bermedia sosial bagi aparatur negara.

Di tengah tekanan publik, Bupati Purwakarta berharap permohonan maafnya dapat meredakan ketegangan. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah pusat. Masyarakat menanti apakah sanksi akan dijatuhkan atau sekadar pembinaan. Yang jelas, insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi para pejabat daerah untuk lebih berhati-hati dalam berkarya dan bermedia sosial.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan