Mayoritas Warga Dukung Jakarta Jadi Kota Global
Suara Pecari | Sebanyak 87,9 persen dari 400 responden warga Jakarta mendukung arah pembangunan menuju kota global. Dukungan besar tersebut menjadi modal sosial penting bagi transformasi Jakarta setelah tidak lagi menjadi ibu kota negara.
Aspirasi Jakarta menggelar diskusi publik bertajuk Blak-Blakan Bareng Tenaga Ahli guna membahas masa depan kota Jakarta. Kegiatan kolaboratif tersebut berlangsung di Jakarta pada hari Minggu, 24 Mei 2026.
Koordinator Staf Khusus (Stafsus) Gubernur DKI Jakarta Profesor Firdaus Ali memberikan sambutan pembuka dalam acara. Ia mengingatkan pentingnya program progresif untuk menyambut momentum sejarah menyongsong usia lima abad kota Jakarta.
Pendiri organisasi Aspirasi Jakarta Budhi Haryadi menjelaskan peran krusial ruang kebudayaan bagi masyarakat kampung kota. Ia menyoroti kegiatan nonton layar tancap sebagai sarana hiburan yang mendidik bagi warga setempat.
Berbagai tenaga ahli pun turut berpartisipasi dalam diskusi tersebut. Tenaga Ahli Stafsus Bidang Pembangunan dan Tata Kota Fariz Gamal menyoroti pentingnya pembangunan berkelanjutan. Ia menekankan peran aktif generasi muda dalam mengelola isu lingkungan hidup di wilayah perkotaan.
Acara diskusi yang berlangsung hangat tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting pemerintah daerah. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta Muhammad Matsani turut menghadiri acara.
Jakarta sebagai kota global harus dibangun lewat keterlibatan aktif komunitas dan budaya komunikasi dua arah yang sehat. Warga memiliki akses informasi, ruang partisipasi, sekaligus kemampuan mengawasi jalannya pemerintahan secara langsung.
Perayaan hari jadi ke depan harus mampu membangun energi kolektif masyarakat. Jakarta 500 tahun adalah tentang keberanian membayangkan kota yang lebih adil, lebih sehat, lebih berbudaya, dan lebih membahagiakan bagi semua.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.









