DPR Minta di Masa Tanggap Darurat Gempa NTT Satu Komando Tidak Ada Ego Sektoral
Penanganan Gempa NTT Harus Satu Komando Tanpa Ego Sektoral
Suara Pecari, Ruteng – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menegaskan pentingnya koordinasi satu komando dalam masa tanggap darurat akibat gempa berkekuatan 7,7 magnitudo di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, dalam rapat koordinasi di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Minggu (16/8/2026).
Cucun menegaskan tidak boleh ada ego sektoral di antara instansi yang terlibat dalam penanganan bencana. Seluruh pihak, termasuk TNI dan Polri, harus beroperasi di bawah satu komando yang dipegang oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Suharyanto, dengan koordinasi dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno.
Kondisi Fasilitas Kesehatan Terdampak Gempa
Dalam rapat tersebut, Cucun menerima laporan bahwa satu rumah sakit dan 19 puskesmas di wilayah terdampak gempa tidak dapat beroperasi. Selain itu, beberapa fasilitas kesehatan memang sudah membutuhkan revitalisasi sebelum bencana terjadi. Ia meminta Kementerian Kesehatan untuk segera memperhatikan dan melakukan perbaikan fasilitas tersebut agar pelayanan kesehatan dapat kembali optimal.
Fokus Revitalisasi Sekolah
Selain sektor kesehatan, DPR juga meminta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen) untuk memprioritaskan revitalisasi sekolah-sekolah yang terdampak gempa. Cucun menyebutkan bahwa terdapat anggaran sebesar 20 miliar rupiah yang masih tersedia untuk revitalisasi di tahun berjalan ini.
Partisipasi Tim DPR dan Pihak Terkait
Tim DPR yang dipimpin oleh Cucun tidak hanya memantau kondisi di Manggarai saja, tetapi juga wilayah lain yang terdampak gempa. Dalam rapat koordinasi turut hadir Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa dan Sari Yuliati, serta anggota Komisi XI, Komisi II, dan Komisi X. Pejabat pemerintah lain seperti Menteri Koordinator PMK, Kepala BNPB, Wakil Menteri Sosial, Bupati Manggarai, serta sejumlah menteri dan wakil menteri mengikuti rapat secara daring.
Urgensi Koordinasi dan Komando Terpadu
Pentingnya satu komando dalam penanganan bencana di NTT menjadi kunci agar respons cepat dan efektif dapat dilakukan. Dengan menghindari ego sektoral, sumber daya dan tenaga yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal untuk membantu masyarakat terdampak gempa.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










