Gus Zaki Resmi Ditetapkan Sebagai Ketua DPC PKB Banyuwangi, Siap Konsolidasi Internal
Suara Pecari | Banyuwangi – Zaki Al Mubarok, yang akrab disapa Gus Zaki, resmi ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Banyuwangi. Keputusan ini diumumkan oleh pengurus DPP PKB pada Kamis (11/6) sekitar pukul 10.00 WIB. Penetapan ini menandai babak baru kepemimpinan di tubuh partai berlambang bola dunia dan bintang sembilan tersebut di Bumi Blambangan.
Gus Zaki bukanlah wajah baru di panggung politik dan sosial Banyuwangi. Selain sebagai anggota DPRD Banyuwangi periode 2024–2029 dari Fraksi PKB yang bertugas di Komisi IV (bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan ketenagakerjaan), ia juga merupakan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang aktif. Latar belakang akademiknya pun tak diragukan; ia menyandang gelar doktor (S3) Ilmu Administrasi dan aktif dalam penelitian serta pengembangan pendidikan. Sebelum duduk di parlemen, ia dikenal sebagai penggerak pendidikan di LP Ma’arif NU Banyuwangi dan sering membangun sinergi antara dunia pendidikan, pesantren, dan pemberdayaan masyarakat.
Penetapan Gus Zaki Resmi Ditetapkan Sebagai Ketua DPC PKB Banyuwangi disambut antusias oleh kader dan simpatisan. Dalam pernyataannya setelah pengumuman, Gus Zaki menekankan pentingnya konsolidasi internal sebagai langkah awal. “Yang pertama tentu melakukan koordinasi internal, khususnya merangkul seluruh calon ketua yang ikut Uji Kelayakan dan Kepantasan (UKK) dari DPP kemarin,” ujarnya. Ia percaya soliditas internal menjadi modal utama untuk memperkuat kerja-kerja politik partai ke depan.
Setelah konsolidasi internal, agenda berikutnya adalah menyusun kepengurusan dan melakukan konsolidasi hingga tingkat bawah, mulai dari Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) hingga Dewan Pengurus Ranting (DPRt). “Agar kerja-kerja pemenangan PKB semakin solid, semakin kompak, dan semakin mudah,” tegasnya. Selain penguatan struktur partai, Gus Zaki juga berkomitmen mendekatkan kembali PKB dengan basis massa tradisionalnya, yakni warga Nahdlatul Ulama (NU) dan kalangan pondok pesantren. “Yang kedua tentu mendekatkan kembali PKB dengan basis massa akar rumput, yaitu nahdliyin dan pondok pesantren,” tambahnya.
Meski telah resmi ditetapkan, Gus Zaki mengaku belum menerima tugas khusus dari DPP PKB. Saat ini, ia masih menunggu arahan terkait penyusunan kepengurusan secara lengkap. “Belum ada tugas khusus. Tadi masih diumumkan untuk ketuanya saja. Setelah ini pasti ada tugas untuk menyusun kepengurusan, kemudian menunggu pelantikan,” jelasnya. Pelantikan pengurus DPC PKB Banyuwangi dijadwalkan berlangsung secara serentak pada 23 Juli 2026, bertepatan dengan peringatan hari lahir PKB di Jakarta. Hingga saat itu, DPC PKB Banyuwangi masih menunggu instruksi resmi dari DPP.
Dengan latar belakang sebagai akademisi dan aktivis NU, Gus Zaki diharapkan mampu membawa PKB Banyuwangi lebih dekat dengan akar rumput. Kepemimpinannya dinilai strategis untuk memenangkan hati masyarakat, terutama di tengah dinamika politik lokal. Pengamat politik setempat menilai bahwa penetapan Gus Zaki Resmi Ditetapkan Sebagai Ketua DPC PKB Banyuwangi merupakan langkah tepat karena ia memiliki jejaring luas di kalangan pesantren dan NU. Ke depan, konsolidasi yang solid dan program pro-rakyat akan menjadi kunci sukses kepengurusan baru ini.
Kesimpulannya, Gus Zaki Resmi Ditetapkan Sebagai Ketua DPC PKB Banyuwangi membawa harapan baru bagi partai. Dengan fokus pada konsolidasi internal, penguatan struktur hingga tingkat ranting, serta pendekatan kembali ke basis NU dan pesantren, ia optimis PKB Banyuwangi akan semakin solid dan mampu memenangkan kontestasi politik ke depan. Masyarakat Banyuwangi pun menanti gebrakan nyata dari kepemimpinan Gus Zaki.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












