Afni Apresiasi Jembatan Presisi Permudah Akses Warga Merempan Hulu

Afni Apresiasi Jembatan Presisi Permudah Akses Warga Merempan Hulu

Suara Pecari, Siak – Bupati Siak Afni Zulkifli memberikan apresiasi tinggi atas dukungan Polri melalui pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II di Dusun III Kampung Merempan Hulu, Kecamatan Siak. Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri peresmian jembatan pada Rabu, 8 Juli 2026, yang dilakukan serentak bersama 80 jembatan di Provinsi Riau secara virtual oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Terima kasih kepada Kapolri beserta jajaran Polri atas bantuan pembangunan jembatan ini. Mudah-mudahan jembatan ini dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik oleh masyarakat, sehingga benar-benar memberi kemudahan bagi warga dalam beraktivitas sehari-hari,” ujar Afni dalam sambutannya.

Spesifikasi dan Manfaat Jembatan

Jembatan sepanjang 35 meter dengan lebar 3 meter ini kini menjadi akses utama penghubung tiga dusun di Kampung Merempan Hulu. Sebelumnya, warga harus menggunakan jembatan kayu tua yang kondisinya memprihatinkan dan berbahaya, terutama saat musim hujan. Dengan hadirnya jembatan beton yang kokoh, aktivitas sehari-hari warga menjadi lebih lancar dan aman.

AspekSebelum Jembatan BaruSetelah Jembatan Baru
Panjang Jembatan30 meter (kayu)35 meter (beton)
Lebar Jembatan2 meter3 meter
KondisiRusak, licin, berbahayaKokoh, aman, permanen
AksesibilitasTerbatas, sering terputusLancar sepanjang tahun

Keberadaan jembatan diharapkan mempermudah masyarakat menuju sekolah, kantor pemerintahan kampung, serta mendukung aktivitas ekonomi warga. Anak-anak sekolah kini tidak perlu lagi khawatir menyeberangi sungai dengan jembatan darurat, sementara petani dapat mengangkut hasil panen dengan lebih cepat dan efisien.

Dampak bagi Pendidikan dan Ekonomi

Jembatan ini menjadi jalur vital bagi pelajar dari Dusun III dan sekitarnya yang bersekolah di SD dan SMP di pusat kampung. Sebelumnya, banyak anak yang terlambat atau bahkan tidak masuk sekolah saat jembatan kayu rusak akibat banjir. Kini, akses pendidikan menjadi lebih terjamin.

Dari sisi ekonomi, jembatan memperlancar distribusi hasil pertanian seperti karet, kelapa sawit, dan buah-buahan ke pasar. Petani tidak lagi bergantung pada perahu atau jalan memutar yang memakan waktu hingga dua jam. Dengan jembatan, waktu tempuh ke pasar berkurang menjadi 30 menit, sehingga biaya transportasi pun turun.

  • Mempercepat distribusi hasil tani dan perkebunan.
  • Mengurangi biaya transportasi hingga 50%.
  • Membuka akses ke layanan kesehatan dan administrasi.
  • Meningkatkan mobilitas warga antar dusun.

Peran Polri dalam Pembangunan Infrastruktur

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bukti nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya di desa-desa dan wilayah terisolasi. Program Jembatan Presisi bertujuan agar masyarakat di pelosok negeri memperoleh kesempatan hidup yang lebih baik, mempercepat distribusi hasil tani, serta mendorong peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan.

“Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga hadir untuk membantu pembangunan infrastruktur yang langsung dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Jembatan ini adalah wujud nyata pengabdian kami,” ujar Kapolri dalam sambutan virtual.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar menambahkan, Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II dibangun di Dusun III Kampung Merempan Hulu untuk membuka akses masyarakat yang sebelumnya terhambat akibat kondisi jembatan lama yang rusak dan membahayakan pengguna. “Lokasi Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II berada di Dusun III Kampung Merempan Hulu, Kecamatan Siak. Jembatan ini diharapkan mampu membuka isolasi kampung terutama menjadi akses pelajar menuju SD, SMP dan kantor pemerintahan kampung,” tutup Kapolres Siak.

Apresiasi dan Harapan Masyarakat

Masyarakat Merempan Hulu menyambut gembira peresmian jembatan ini. Salah seorang tokoh masyarakat, Ahmad, mengungkapkan rasa syukurnya. “Dulu kami sangat kesulitan kalau mau ke pasar atau mengantar anak sekolah. Sekarang alhamdulillah, jembatan sudah bagus. Terima kasih kepada Polri dan Pak Bupati,” katanya.

Bupati Afni berharap jembatan ini dapat dirawat dengan baik oleh masyarakat. Ia juga mengimbau agar warga turut menjaga kebersihan dan keamanan jembatan sebagai aset bersama. “Jembatan ini bukan hanya milik Polri atau pemerintah, tetapi milik kita semua. Jaga dan rawatlah agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” pesannya.

Dengan selesainya Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II, Kampung Merempan Hulu kini tidak lagi terisolasi. Infrastruktur yang memadai menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas hidup, pendidikan, dan perekonomian warga. Semoga program serupa terus berlanjut di daerah-daerah lain yang membutuhkan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *