Optimalisasi Layanan, ASDP Pastikan Operasional Kapal Sesuai Pola Operasi dan Waktu Yang Ditetapkan

Optimalisasi Layanan, ASDP Pastikan Operasional Kapal Sesuai Pola Operasi dan Waktu Yang Ditetapkan

Suara Pecari, Banyuwangi – PT ASDP Indonesia Ferry memastikan operasional kapal di Pelabuhan Ketapang berjalan sesuai pola operasi dan waktu yang telah ditetapkan untuk mengoptimalkan layanan penyeberangan. Langkah ini tidak hanya bertujuan mempercepat penguraian antrean kendaraan, tetapi juga menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap proses pelayanan.

Optimalisasi Operasional Kapal dan Dermaga

Sejak 2 Oktober 2026, layanan penyeberangan di Pelabuhan Ketapang berjalan lancar berkat berbagai upaya optimalisasi armada dan penyesuaian pola operasi kapal serta dermaga. Koordinasi intensif dengan regulator, operator kapal, kepolisian, pemerintah daerah, dan stakeholder lainnya mendukung kelancaran arus kendaraan. Heru Widodo, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, menegaskan bahwa pengaturan distribusi kendaraan berdasarkan jenis, dimensi, dan bobot dilakukan agar sesuai dengan kapasitas kapal dan fasilitas dermaga yang tersedia.

Baca juga:

Dermaga Movable Bridge (MB) I, II, dan III difokuskan untuk melayani kendaraan kecil dan truk sedang, sementara dermaga LCM dan MB IV diperuntukkan bagi kendaraan logistik berukuran besar, termasuk yang memiliki bobot di atas 20 ton. Pengaturan ini memastikan proses pemuatan kendaraan berlangsung tertib serta menjaga stabilitas kapal selama pemuatan dan pelayaran.

Dukungan Kapal Perbantuan dan Penyesuaian Pola Operasi

Untuk memperkuat kapasitas angkut dan mempercepat pemulihan layanan, ASDP menghadirkan KMP Portlink dan KMP Jatra I sebagai kapal perbantuan pada lintasan Ketapang-Gilimanuk dan Tanjung Wangi-Lembar. Dermaga MB 2 Ketapang juga dioptimalkan untuk mendukung pengoperasian kapal perbantuan agar kapasitas pelayanan dapat digunakan secara efektif.

Bersama Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) dan pihak terkait, pola operasi kapal dan dermaga disesuaikan dengan kondisi lapangan. Saat terjadi peningkatan antrean, pola tiba bongkar berangkat (TBB) diberlakukan untuk mempercepat pergerakan kapal dan meningkatkan produktivitas layanan. Kapal dengan kapasitas di atas 2.000 GT dioperasikan secara optimal tanpa mengurangi standar keselamatan pelayaran.

Penguatan Disiplin On Time Performance

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, menyampaikan bahwa peningkatan disiplin On Time Performance (OTP) menjadi salah satu langkah konsistensi operasional. Kolaborasi antara Gapasdap, INFA, ASDP, BPTD, dan KSOP memastikan kapal beroperasi sesuai pola dan jadwal yang telah ditetapkan sehingga produktivitas kapal dan dermaga tetap terjaga.

Baca juga:

Kendaraan yang masuk ke area pelabuhan dilayani secara tertib berdasarkan antrean, dengan distribusi kendaraan disesuaikan dengan karakteristik kendaraan serta kapasitas kapal dan dermaga. Pola ini menjaga kelancaran pelayanan tanpa mengabaikan aspek keselamatan.

Dukungan Kebijakan Zero ODOL 2027 dan Koordinasi Stakeholder

ASDP juga mendukung pengawasan kendaraan barang sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menerapkan kebijakan Zero Over Dimension Over Load (ODOL) yang akan mulai berlaku pada 2027. Penguatan pengawasan ini bertujuan meningkatkan keselamatan transportasi dan memastikan kendaraan yang beroperasi memenuhi ketentuan yang berlaku.

Evaluasi operasional dilakukan secara berkala dengan penyesuaian pola kapal, dermaga, dan distribusi kendaraan sesuai perkembangan kondisi. Heru Widodo menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak untuk menjaga kelancaran lintasan Ketapang-Gilimanuk agar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik dapat berjalan lancar, aman, dan berkelanjutan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *