Puluhan Ribu Orang Saksikan Gandrung Sewu, Pemkab Mohon Maaf Belum Semua Bisa Nonton Langsung
Suara Pecari, Banyuwangi – Lebih dari 20 ribu orang memadati Pantai Boom Marina untuk menyaksikan pertunjukan Gandrung Sewu, sebuah tarian kolosal yang menjadi kebanggaan masyarakat Banyuwangi. Meski antusiasme sangat tinggi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang belum dapat menikmati pertunjukan secara langsung karena keterbatasan kapasitas lokasi.
Antusiasme Masyarakat dan Permohonan Maaf Pemkab
Pertunjukan Gandrung Sewu tahun ini menampilkan konsep baru dengan tema “Glow in The Dark”, yang menghadirkan 1.300 penari Gandrung menggunakan efek fosfor yang memukau di malam hari. Konsep ini berhasil menarik perhatian puluhan ribu masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengakui bahwa belum semua warga dapat memasuki arena pertunjukan. “Kami memahami bahwa banyak warga yang datang dengan penuh semangat namun belum semuanya bisa masuk dan menikmati pertunjukan secara langsung. Kami mohon maaf atas kekecewaan yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Fasilitas dan Pengaturan Penonton
Pemkab Banyuwangi menyediakan sebanyak 7.300 kursi, termasuk 1.300 kursi khusus untuk orang tua atau wali para penampil. Selain itu, panitia juga menyiapkan dua layar LED di lokasi untuk menampilkan pertunjukan bagi penonton yang tidak mendapatkan tempat duduk atau tidak dapat masuk ke area utama.
Meski upaya tersebut telah dilakukan, kapasitas Pantai Boom Marina belum mampu menampung seluruh pengunjung yang datang. Hal ini menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap pelestarian seni budaya daerah melalui Gandrung Sewu.
Makna dan Nilai Budaya Gandrung Sewu
Gandrung Sewu bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan sebuah momen kebanggaan dan pelestarian budaya Banyuwangi yang dinantikan setiap tahun. Event ini menjadi ruang bagi para seniman mengekspresikan karya dan sekaligus mempererat kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya lokal.
Selain sebagai hiburan, Gandrung Sewu juga memberikan dampak positif ekonomi, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Banyuwangi yang mengalami peningkatan omzet selama acara berlangsung.
Kesimpulan
Pelaksanaan Gandrung Sewu dengan konsep inovatif di malam hari mampu menarik puluhan ribu penonton dan menjadi ajang penting untuk melestarikan budaya Banyuwangi. Pemkab Banyuwangi berkomitmen untuk terus mengembangkan dan mengakomodasi antusiasme masyarakat agar lebih banyak warga dapat menikmati pertunjukan secara langsung di masa mendatang.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










