Satlantas Jember Optimalkan Tiga Sistem ETLE untuk Awasi Pelanggaran Lalu Lintas

Satlantas Jember Optimalkan Tiga Sistem ETLE untuk Awasi Pelanggaran Lalu Lintas

Suara Pecari | Satlantas Jember Optimalkan Tiga Sistem ETLE untuk Awasi Pelanggaran LPP RRI dalam upaya meningkatkan keselamatan berlalu lintas di Kabupaten Jember. Kepolisian Resor Jember melalui Satuan Lalu Lintas terus mengoptimalkan penggunaan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) sebagai alat utama dalam mengawasi dan menindak pelanggaran lalu lintas. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Polres Jember untuk menciptakan ketertiban dan menekan angka kecelakaan di jalan raya.

KBO Satlantas Polres Jember, Ipda Firmansyah, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini mengoperasikan tiga jenis sistem ETLE. Ketiga sistem tersebut adalah ETLE statis, ETLE dinamis, dan ETLE handheld. “Satlantas Jember Optimalkan Tiga Sistem ETLE untuk Awasi Pelanggaran LPP RRI ini merupakan langkah strategis dalam penegakan hukum lalu lintas berbasis teknologi,” ujarnya saat on air di Halo RRI, Senin (8/6/2026).

ETLE statis dipasang secara tetap di Jalan Sultan Agung, salah satu ruas jalan utama di Jember. Kamera ini secara otomatis merekam setiap pelanggaran yang terjadi, seperti melanggar rambu lalu lintas atau marka jalan. Sementara itu, ETLE dinamis dioperasikan melalui kendaraan patroli yang berkeliling di berbagai titik rawan pelanggaran. Sistem ini memungkinkan petugas untuk memantau situasi lalu lintas secara real-time dan langsung menindak pelanggar.

ETLE handheld merupakan perangkat terbaru yang digunakan oleh petugas saat patroli. Alat ini memudahkan petugas untuk merekam pelanggaran secara langsung di lapangan, misalnya pengendara yang tidak menggunakan helm atau melanggar batas kecepatan. “Dengan adanya ETLE handheld, penindakan menjadi lebih fleksibel dan akurat,” tambah Ipda Firmansyah.

Penggunaan teknologi ETLE diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas. Selain itu, sistem ini juga membantu mengurangi praktik suap atau pungli yang kerap terjadi dalam penindakan manual. “Satlantas Jember Optimalkan Tiga Sistem ETLE untuk Awasi Pelanggaran LPP RRI sebagai upaya transparansi dan profesionalisme dalam penegakan hukum,” tegasnya.

Meski mengandalkan teknologi, Satlantas Polres Jember tetap melakukan penindakan manual terhadap pelanggaran yang ditemukan secara kasat mata. “Apabila ditemukan juga pelanggaran lalu lintas, kami akan melakukan tilang manual juga,” jelas Ipda Firmansyah. Penindakan manual ini tetap diperlukan untuk pelanggaran yang tidak terekam oleh ETLE, misalnya pengendara yang melawan arus atau menggunakan ponsel saat berkendara.

Selain penegakan hukum, Satlantas Polres Jember juga aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sosialisasi dilakukan melalui media sosial maupun tatap muka langsung, meskipun pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026 ditunda. Edukasi ini penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas. “Kami ingin masyarakat memahami bahwa ETLE bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk melindungi keselamatan bersama,” ujar Ipda Firmansyah.

Langkah Satlantas Jember ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Masyarakat berharap dengan optimalisasi tiga sistem ETLE, angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di Jember dapat menurun signifikan. “Satlantas Jember Optimalkan Tiga Sistem ETLE untuk Awasi Pelanggaran LPP RRI merupakan inovasi yang patut dicontoh oleh daerah lain,” kata seorang warga Jember.

Ke depannya, Satlantas Polres Jember berencana untuk menambah jumlah titik pemasangan ETLE statis di beberapa ruas jalan strategis lainnya. Selain itu, pelatihan bagi petugas dalam mengoperasikan ETLE handheld juga akan ditingkatkan. Dengan demikian, pengawasan lalu lintas di Jember akan semakin optimal.

Kesimpulannya, Satlantas Jember Optimalkan Tiga Sistem ETLE untuk Awasi Pelanggaran LPP RRI merupakan langkah maju dalam penegakan hukum lalu lintas berbasis teknologi. Melalui ETLE statis, dinamis, dan handheld, diharapkan tercipta budaya tertib berlalu lintas di kalangan masyarakat Jember. Dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat sangat diperlukan agar upaya ini berhasil dan keselamatan di jalan raya dapat terwujud.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan