Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Remaja Masjid Baitusalam Jember Santuni Anak Yatim
Suara Pecari, JEMBER – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Remaja Masjid (Remas) Baitusalam di Desa Karangduren, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, akan menggelar santunan bagi anak yatim dan piatu. Kegiatan yang telah menjadi agenda rutin tahunan ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 15 Juli 2026, di lingkungan Masjid Baitusalam. Acara ini tidak hanya menjadi momen keagamaan, tetapi juga wujud nyata kepedulian sosial generasi muda terhadap sesama.
Latarbelakang dan Tujuan Santunan
Ketua Pengurus Masjid Baitusalam, Kyai Ijudin, mengungkapkan bahwa kegiatan santunan anak yatim dan piatu ini merupakan tradisi yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir. “Kegiatan ini adalah kegiatan rutin tahunan kami. Tujuannya sebagai bentuk rasa empati kepada anak yatim dan piatu, sekaligus untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT,” ujar Ijudin saat dikonfirmasi pada Jumat, 10 Juli 2026.
Lebih dari sekadar pemberian materi, santunan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa kepedulian sosial di kalangan remaja dan masyarakat sekitar. Dalam konteks yang lebih luas, acara ini juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah dan solidaritas antarwarga, terutama di momen pergantian tahun Hijriah yang penuh makna.
Persiapan dan Koordinasi Panitia
Untuk memastikan kelancaran acara, para pengurus masjid telah mengadakan rapat koordinasi bersama pengurus Remas Baitusalam. Rapat tersebut membahas berbagai aspek teknis, mulai dari pendataan penerima santunan, penggalangan dana, hingga susunan acara. Menurut Ijudin, partisipasi aktif dari remaja masjid menjadi kunci suksesnya kegiatan ini. “Kami melibatkan generasi muda dalam setiap tahap persiapan, agar mereka belajar tentang tanggung jawab dan kerja sama,” tambahnya.
Berikut adalah jadwal dan rencana kegiatan santunan Tahun Baru Islam 1448 H:
| Waktu | Kegiatan | Tempat |
|---|---|---|
| 08.00 – 09.00 WIB | Pembukaan dan sambutan | Halaman Masjid Baitusalam |
| 09.00 – 10.00 WIB | Tausiyah Tahun Baru Islam | Dalam Masjid |
| 10.00 – 11.30 WIB | Penyerahan santunan | Panggung utama |
| 11.30 – 12.00 WIB | Doa bersama dan penutup | Dalam Masjid |
Manfaat Sosial dan Spiritual
Kyai Ijudin menekankan bahwa kegiatan santunan tidak hanya berdampak bagi penerima, tetapi juga bagi seluruh panitia dan masyarakat yang terlibat. “Banyak sekali manfaat yang diperoleh dari kegiatan santunan anak yatim dan piatu ini. Selain menumbuhkan kepedulian sosial, kegiatan ini juga mempererat ukhuwah antar warga,” jelasnya.
Dari sisi spiritual, menyantuni anak yatim merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda, “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini,” sambil merenggangkan jari telunjuk dan jari tengahnya. Momentum Tahun Baru Islam menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan nilai-nilai tersebut dan mengimplementasikannya dalam aksi nyata.
Dampak bagi Masyarakat dan Generasi Muda
Kegiatan santunan ini diharapkan memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat Karangduren dan sekitarnya. Pertama, secara ekonomi, bantuan yang diberikan dapat meringankan beban anak yatim dan keluarga mereka, terutama di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Kedua, secara sosial, acara ini memperkuat jaringan solidaritas dan gotong royong antarwarga. Ketiga, bagi generasi muda yang tergabung dalam Remas, pengalaman mengorganisir acara ini menjadi pelajaran berharga tentang kepemimpinan, manajemen, dan empati.
Berikut adalah poin-poin dampak yang diharapkan:
- Meringankan beban ekonomi anak yatim dan piatu melalui santunan berupa uang tunai dan sembako.
- Menumbuhkan rasa kepedulian dan empati sosial di kalangan remaja dan masyarakat.
- Mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah antarwarga.
- Meningkatkan keimanan dan ketakwaan melalui amalan yang bernilai ibadah.
- Menjadi contoh nyata peran masjid sebagai pusat pemberdayaan sosial.
Partisipasi Masyarakat
Panitia juga membuka peluang bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam bentuk donasi untuk menyukseskan acara tersebut. Donasi dapat disalurkan melalui pengurus Masjid Baitusalam atau langsung kepada panitia Remas. Kyai Ijudin berharap dukungan dari berbagai pihak dapat terus mengalir agar kegiatan ini dapat berlangsung secara berkelanjutan. “Kami mengundang seluruh masyarakat untuk turut serta, baik sebagai donatur maupun hadir langsung di acara nanti,” ajaknya.
Dengan semangat Tahun Baru Islam 1448 H, Remaja Masjid Baitusalam bertekad untuk terus menebar kebaikan dan menjadi agen perubahan di lingkungannya. Santunan anak yatim ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan wujud nyata dari ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. Semoga kegiatan ini menjadi berkah dan inspirasi bagi masjid-masjid lain di Jember dan Indonesia.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










