PMI Jember Siagakan Distribusi Air Bersih Selama Musim Kemarau

PMI Jember Siagakan Distribusi Air Bersih Selama Musim Kemarau

Suara Pecari, Jember – Memasuki puncak musim kemarau, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember meningkatkan kesiapsiagaan dengan menyiagakan distribusi air bersih ke sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap prediksi cuaca yang menyebutkan bahwa musim kemarau tahun ini akan berlangsung lebih panjang dari biasanya, diperkirakan hingga Agustus bahkan September 2026.

Status Siaga Darurat Kekeringan

Sejak 1 Juli 2026, PMI Kabupaten Jember telah menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan. Keputusan ini diambil setelah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan mempertimbangkan data hidrologi yang menunjukkan penurunan signifikan pada debit air di beberapa sumber air utama. Sekretaris PMI Kabupaten Jember, Gufron Eviyan, mengungkapkan bahwa status siaga ini memungkinkan PMI untuk mengerahkan sumber daya secara cepat dan tepat sasaran.

“Kami memperkirakan distribusi air bersih akan terus dilakukan hingga akhir musim kemarau. Penyaluran dilakukan sesuai hasil asesmen dan kebutuhan di lapangan,” ujar Gufron kepada wartawan, Minggu (13/7/2026).

Distribusi Perdana ke Dusun Bunder

Sebagai langkah awal, PMI telah menyalurkan bantuan air bersih ke Dusun Bunder, Desa Sumber Pinang, Kecamatan Pakusari. Wilayah ini menjadi yang pertama mengajukan bantuan akibat kekeringan yang melanda. Pada pengiriman perdana, PMI mendistribusikan sebanyak 5.000 liter air bersih dengan melibatkan empat relawan PMI. Air bersih tersebut diangkut menggunakan satu truk tangki serta satu truk engkel yang dilengkapi tandon berkapasitas 2.200 liter.

“Kemarin kami mendistribusikan 5.000 liter air bersih ke Desa Sumber Pinang. Pengiriman air bersih ini akan dilakukan setiap dua hari sekali,” kata Gufron.

Pasokan air bersih diperoleh melalui koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Jember dan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam). Kerja sama ini memastikan ketersediaan air yang memenuhi standar kesehatan bagi warga terdampak.

Potensi Kekeringan di Tujuh Kecamatan

Meskipun hingga saat ini Desa Sumber Pinang menjadi satu-satunya wilayah yang melaporkan kebutuhan air bersih, PMI bersama BPBD telah memetakan sejumlah kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau. Berdasarkan pemetaan terkini, terdapat tujuh kecamatan yang masuk dalam zona rawan kekeringan.

NoKecamatanStatus
1PakusariTerdampak (Desa Sumber Pinang)
2ArjasaPotensi Tinggi
3JenggawahPotensi Tinggi
4KalisatPotensi Sedang
5LedokomboPotensi Sedang
6SukorambiPotensi Rendah
7PatrangPotensi Rendah

“Hingga hari ini, berdasarkan pemetaan bersama BPBD terdapat tujuh kecamatan yang berpotensi terdampak. Namun yang baru melaporkan dan membutuhkan bantuan baru Desa Sumber Pinang, Kecamatan Pakusari,” ujar Gufron.

Dampak Kekeringan bagi Masyarakat

Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Jember tidak hanya mengancam ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga berdampak pada sektor pertanian dan perekonomian warga. Banyak petani yang gagal panen karena kekurangan air irigasi, sementara warga di pedesaan harus berjalan jauh untuk mendapatkan air bersih. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan munculnya penyakit terkait kebersihan, seperti diare dan infeksi kulit.

PMI mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak serta menjaga kelestarian lingkungan agar sumber-sumber air tetap terjaga. Warga yang mulai mengalami krisis air bersih diminta segera melapor melalui jaringan PMI di kecamatan atau langsung ke Markas PMI Kabupaten Jember agar bantuan dapat segera disalurkan.

Langkah Antisipasi dan Dukungan

Selain distribusi air bersih, PMI juga menyiapkan langkah-langkah antisipasi lain, seperti:

  • Penyuluhan tentang penghematan air dan sanitasi dasar di komunitas rawan kekeringan.
  • Penyediaan tangki air cadangan di titik-titik strategis.
  • Koordinasi intensif dengan BPBD dan pemerintah desa untuk mempercepat respons.

Gufron menambahkan bahwa PMI akan terus memonitor perkembangan situasi dan siap menambah frekuensi pengiriman jika diperlukan. “Kami tidak akan berhenti sampai musim kemarau benar-benar berakhir. Kebutuhan warga adalah prioritas kami,” tegasnya.

Di tengah tantangan musim kemarau yang panjang, semangat gotong royong dan kesiapsiagaan PMI Jember menjadi harapan bagi warga yang terdampak. Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah, PMI, dan masyarakat, diharapkan dampak kekeringan dapat diminimalkan. Langkah kecil berupa distribusi 5.000 liter air bersih mungkin hanya setetes dalam lautan kebutuhan, namun bagi warga Dusun Bunder, setetes itu adalah kehidupan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *