Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Ini Bacaan Doa Awal Tahun Hijriyah Lengkap Arab dan Artinya

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Ini Bacaan Doa Awal Tahun Hijriyah Lengkap Arab dan Artinya

Suara Pecari | Umat Islam di Indonesia tengah mempersiapkan diri menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Momen pergantian tahun dalam kalender Islam ini menjadi waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi diri dan memanjatkan harapan kepada Allah SWT. Salah satu amalan yang dianjurkan adalah membaca bacaan doa awal tahun hijriyah sebagai bentuk permohonan perlindungan dan keberkahan di tahun yang baru.

Berdasarkan pengumuman resmi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Falakiyah, 1 Muharram 1448 H jatuh pada Rabu Kliwon, 17 Juni 2026. Keputusan ini diambil setelah hilal tidak terlihat pada pengamatan 29 Dzulhijjah 1447 H, sehingga dilakukan istikmal (menggenapkan bulan Dzulhijjah menjadi 30 hari). Sementara itu, PP Muhammadiyah menetapkan 1 Muharram jatuh pada 16 Juni 2026. Perbedaan ini lumrah terjadi di Indonesia dan umat Islam dianjurkan untuk saling menghormati.

Membaca bacaan doa awal tahun hijriyah memiliki keutamaan tersendiri. Doa ini berisi permohonan kepada Allah agar diberi perlindungan dari godaan setan, pertolongan dalam mengendalikan hawa nafsu, serta bimbingan untuk melakukan amal saleh yang mendekatkan diri kepada-Nya. Berikut adalah teks doa awal tahun Hijriah yang umum diamalkan, sebagaimana termuat dalam kitab Kanzun Najah wa as-Surur:

Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm. Allāhumma ṣalli ‘alā sayyidinā Muḥammadin shalātan tamla’u khazā’inallāhi nūran, wa takūnu lanā walil-mu’minīna farajan wa faraḥan wa surūran, wa ‘alā ālihī wa shaḥbihī wa sallim taslīman katsīrān. Allāhumma antal-abadiyyul-qadīmul-awwal, wa ‘alā fadllikal-‘adhīmi wa karīmi jūdikal-‘amīm al-mu’awwal, wa hādzā ‘āmun jadīdun qad aqbala. As’alukal-‘ishmata fīhi minasy-syaiṭāni wa auliyā’ihī, wal-‘auna ‘alā hādzihin-nafsil-ammārati bis-sū’, wal-isytighāla bimā yuqarribunī ilaika zulfā, yā Dzal-jalāli wal-ikrām. Wa shallallāhu ta‘ālā ‘alā sayyidinā Muḥammadin wa ‘alā ālihī wa shaḥbihī wa sallam.

Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas junjungan kami, Nabi Muhammad, shalawat yang memenuhi khazanah-Mu dengan cahaya, dan menjadi bagi kami dan kaum mukminin jalan keluar, kebahagiaan, dan kesenangan. Dan limpahkan pula kepada keluarganya dan para sahabatnya, serta berilah salam sebanyak-banyaknya. Ya Allah, Engkaulah Yang Abadi, Yang Dahulu, Yang Pertama. Kepada anugerah-Mu yang agung dan karunia-Mu yang luas tempat kami menggantungkan harapan. Tahun baru ini telah datang, maka aku memohon kepada-Mu penjagaan padanya dari setan dan para pengikutnya, bantuan untuk mengendalikan jiwa yang selalu memerintahkan kepada keburukan, dan kesibukan dengan hal-hal yang mendekatkan aku kepada-Mu dalam kedekatan. Wahai Dzat Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan. Semoga shalawat Allah senantiasa tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarganya dan para sahabatnya, dan semoga keselamatan tercurah atas mereka.”

Selain bacaan doa awal tahun hijriyah, umat Islam juga dianjurkan membaca doa akhir tahun pada sore hari sebelum Magrib di penghujung bulan Dzulhijjah. Doa akhir tahun berisi permohonan ampun atas dosa dan kelalaian selama setahun terakhir. Setelah memasuki waktu Magrib yang menandai datangnya 1 Muharram, amalan dilanjutkan dengan membaca doa awal tahun.

PBNU mengajak seluruh umat Islam untuk menyambut tahun baru ini dengan memperbanyak ibadah, seperti puasa sunnah Muharram, sedekah, dan muhasabah diri. Ustadz Adi Hidayat juga menekankan pentingnya rasa syukur di bulan Muharram. Sementara itu, Gus Baha mengungkapkan amalan-amalan sederhana namun penuh berkah yang bisa dilakukan, seperti membaca Al-Qur’an dan memperbanyak istighfar.

Hukum membaca doa awal tahun adalah mubah (boleh) dan dapat bernilai sunnah karena doa merupakan ibadah yang dianjurkan. Namun, perlu diingat bahwa amalan ini tidak boleh dipaksakan kepada orang lain atau diklaim sebagai satu-satunya cara yang benar. Yang terpenting adalah niat tulus untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dengan membaca bacaan doa awal tahun hijriyah, umat Islam diajak untuk menjadikan pergantian tahun sebagai momentum memperbaiki diri dan memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta. Semoga di tahun baru ini, kita semua mendapatkan perlindungan, keberkahan, dan kemampuan untuk menjauhi segala bentuk keburukan. Selamat Tahun Baru Islam 1448 H.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan