Potongan Tulang Manusia Ditemukan Saat Pengangkatan Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali

fitron al jaelani
Potongan Tulang Manusia Ditemukan Saat Pengangkatan Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali

Suara Pecari – 17 April 2026 | Pengangkatan bangkai kapal KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali terus berlangsung hingga Kamis, 16 April 2026. Proses tersebut menghasilkan penemuan sejumlah potongan tulang manusia.

Tim penyelam melaporkan temuan sekitar dua belas tulang, termasuk satu tengkorak. Penemuan ini diyakini berasal dari penumpang yang belum ditemukan sejak kapal tenggelam pada Juli 2025.

Yudha Surya Saputra, pengawas operasi, menjelaskan bahwa kerangka ditemukan dalam bentuk terfragmentasi. Ia menambahkan bahwa bagian-bagian tersebut muncul bersamaan dengan struktur kapal yang berhasil diangkat.

Setelah diangkut ke daratan, sisa tulang diserahkan kepada Satuan Polairud Polresta Banyuwangi. Penyerahan tersebut dilakukan sesuai prosedur forensik untuk analisis lebih lanjut.

Yudha mengakui belum dapat memastikan apakah semua potongan berasal dari satu tubuh. Berdasarkan bentuknya, ia memperkirakan sebagian besar merupakan bagian tangan dan jari.

Operasi pengangkatan semula direncanakan selesai pada akhir Februari 2026. Namun, sejumlah kendala menunda pencapaian target tersebut.

Salah satu penyebab penundaan adalah libur Imlek yang dirayakan pada awal Februari, menyebabkan operator tongkang menghentikan kegiatan selama beberapa hari. Penundaan ini memperpanjang durasi kerja di lokasi.

Saat ini, sekitar 300 ton bangkai kapal telah berhasil diangkat ke daratan. Dari jumlah itu, 250 ton dipindahkan ke pabrik peleburan besi di Surabaya.

Sisa 50 ton bangkai yang masih berada di daratan sedang diproses untuk pemindahan selanjutnya. Bagian ini meliputi struktur internal yang belum dapat diangkut secara langsung.

Bagian kapal yang masih terendam diperkirakan berjumlah 50 hingga 70 ton. Sebagian besar merupakan rangka lambung kapal yang belum terurai.

Penyelam menyatakan tidak ada kendaraan atau muatan lain yang tertinggal di dasar laut. Pemeriksaan visual memastikan tidak ada sisa peralatan yang perlu diangkat.

Kondisi cuaca menjadi faktor penentu kelancaran sisa pengangkatan. Jika cuaca tetap kondusif, tim optimis proses dapat selesai dalam satu minggu ke depan.

Kecelakaan KMP Tunu Pratama Jaya pada Juli 2025 menewaskan atau membuat hilang sejumlah penumpang. Identitas korban masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.

Penemuan tulang manusia menambah tekanan pada aparat untuk mengidentifikasi korban. Analisis DNA diperkirakan akan dilakukan oleh laboratorium forensik setempat.

Polresta Banyuwangi menegaskan pentingnya koordinasi antara tim penyelamatan dan unit forensik. Kerjasama ini diharapkan mempercepat proses identifikasi.

Selain aspek kemanusiaan, pemulihan bangkai kapal memiliki nilai ekonomi. Besi kapal yang diangkat akan diproses menjadi bahan baku industri.

Peleburan besi di Surabaya diperkirakan menghasilkan puluhan ribu kilogram besi daur ulang. Nilai ekonominya menjadi pertimbangan dalam keputusan pengangkatan.

Namun, prioritas utama tetap pada penemuan dan pengidentifikasian sisa-sisa manusia. Keluarga korban menantikan kepastian mengenai nasib orang terkasih.

Pengawas Yudha menegaskan bahwa setiap temuan akan ditangani sesuai prosedur hukum. Penanganan ini mencakup dokumentasi, penyimpanan, dan pengiriman ke laboratorium.

Selama operasi, tim juga mencatat kondisi struktural kapal yang masih utuh. Informasi ini akan membantu pihak berwenang dalam penyusunan laporan kecelakaan.

Data mengenai berat total bangkai, distribusi material, dan lokasi sisa kapal akan dimasukkan ke dalam basis data maritim nasional. Hal ini bertujuan meningkatkan kesiapan menghadapi insiden serupa di masa depan.

Pemerintah daerah Banyuwangi memberikan dukungan logistik bagi tim penyelam. Bantuan tersebut meliputi perbekalan, peralatan keselamatan, dan fasilitas medis.

Komunitas lokal menanggapi berita penemuan tulang dengan keprihatinan. Banyak warga menyatakan harapan agar proses identifikasi berjalan cepat dan transparan.

Media lokal melaporkan peningkatan minat publik terhadap perkembangan pengangkatan. Laporan real-time disiarkan melalui saluran radio dan media sosial resmi.

Dalam beberapa minggu ke depan, tim diharapkan menyelesaikan semua tahapan pengangkatan. Penyelesaian ini akan menandai akhir operasi pemulihan KMP Tunu Pratama Jaya.

Setelah semua material diangkat, sisa kapal yang masih berada di dasar laut akan dipantau secara berkala. Pemantauan ini bertujuan mencegah potensi bahaya lingkungan.

Pihak berwenang juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keselamatan maritim. Evaluasi ini diharapkan dapat mencegah tragedi serupa di perairan Indonesia.

Keseluruhan proses menegaskan pentingnya koordinasi antar lembaga dalam penanganan bencana laut. Keberhasilan operasi menjadi contoh bagi penanganan kecelakaan serupa di masa mendatang.

Dengan berakhirnya pengangkatan, fokus selanjutnya beralih pada identifikasi korban dan penutupan kasus. Keluarga korban diharapkan mendapatkan kejelasan secepatnya.

Tinggalkan Balasan