Petugas Keamanan Supermarket di Gianyar Tewas, Rigor Mortis Ditemukan; Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Suara Pecari – 20 April 2026 | Seorang petugas keamanan berusia 56 tahun ditemukan tidak bernyawa di ruang istirahat karyawan supermarket Clandys Mart, Gianyar, pada Minggu pagi. Polisi menyatakan tidak ada tanda kekerasan pada jasad, namun penyebab pasti kematian masih diselidiki.
Jasad tersebut ditemukan di Jalan Kesatrian, nomor 5A, sekitar pukul 06.30 WIB oleh rekan kerja yang sedang memulai tugas. Saksi melaporkan temuan melalui call center 110, memicu respon cepat aparat.
Korban diidentifikasi dengan inisial A.W., seorang satpam yang telah bekerja di supermarket itu selama beberapa tahun. Ia dikenal sebagai pekerja yang rutin menjaga keamanan area penjualan.
Pemeriksaan awal di lokasi mengindikasikan tubuh sudah mengalami rigor mortis dan perubahan warna kulit, menandakan kematian terjadi beberapa jam sebelum ditemukan. Tidak terdapat bekas luka atau cedera luar pada tubuh.
Kompol I Made Adi Suryawan, Kapolsek Gianyar, bersama tim piket langsung menuju tempat kejadian untuk mengamankan area dan melakukan olah TKP. Mereka menutup akses publik demi menjaga integritas bukti.
Tim Identifikasi Satreskrim Polres Gianyar melakukan pemeriksaan forensik di lokasi, mencatat tidak ada indikasi pertumpahan darah atau fraktur. Barang pribadi korban juga diamankan untuk analisis selanjutnya.
“Kami telah melaksanakan prosedur standar, mulai dari pengamanan, olah TKP, hingga evakuasi jenazah. Meskipun belum ada bukti kekerasan, penyelidikan tetap berjalan untuk memastikan penyebabnya,” ujar Kompol Adi.
Ipda I Gusti Ngurah Suardita, Kepala Seksi Humas Polres Gianyar, menambahkan, “Jasad tampak kaku dan tidak ada tanda kriminal, namun kami masih melakukan pemeriksaan medis lengkap untuk menyingkap kemungkinan penyakit atau faktor lain.”
Jasad A.W. dievakuasi dengan ambulans ke RSUD Sanjiwani Gianyar untuk dilakukan otopsi dan tes toksikologi. Proses ini dilakukan dengan koordinasi antara kepolisian dan tenaga medis rumah sakit.
Petugas keamanan tersebut sedang menjalani istirahat singkat setelah bertugas mengawasi area parkir dan pintu masuk selama tiga jam sebelumnya. Rekan-rekannya melaporkan kondisi tubuhnya yang tidak responsif.
Awal penemuan sempat menimbulkan spekulasi mengenai kemungkinan tindakan kriminal, namun hasil pemeriksaan awal menolak hipotesis tersebut. Media lokal melaporkan bahwa tidak ada jejak benda tajam atau tanda perkelahian.
Kematian tiba-tiba di tempat kerja seperti ini jarang terjadi di Bali, sehingga pihak berwajib menekankan pentingnya prosedur penanganan kasus serupa. Standar operasional mencakup pencatatan suhu tubuh, tekanan darah, serta riwayat kesehatan.
Warga sekitar Jalan Kesatrian menyatakan keprihatinan dan menunggu penjelasan resmi. Mereka mengapresiasi cepatnya respons polisi melalui jalur darurat 110.
Selanjutnya, tim forensik akan melakukan analisis darah, pemeriksaan jantung, serta wawancara mendalam dengan kolega korban untuk menelusuri faktor risiko kesehatan yang mungkin memicu kematian mendadak.
Sampai hasil otopsi diumumkan, penyelidikan tetap terbuka dan polisi berjanji akan memberi keterangan lebih lanjut. Kasus ini menegaskan pentingnya protokol keamanan dan kesehatan di lingkungan kerja.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







