Marina Budiman Catat Kekayaan Rp104,92 Triliun Berkat Dominasi Data Center Nasional

Dicky Mahardika
Marina Budiman Catat Kekayaan Rp104,92 Triliun Berkat Dominasi Data Center Nasional

Suara Pecari – 21 April 2026 | Marina Budiman kembali menempati puncak daftar perempuan terkaya di Indonesia dengan nilai bersih sekitar US$6,1 miliar atau Rp104,92 triliun per 21 April 2026.

Keberhasilan itu didorong utama oleh pertumbuhan PT DCI Indonesia Tbk (DCII), perusahaan pusat data yang ia dirikan bersama Otto Toto Sugiri dan Han Arming Hanafia pada 2011.

DCII menguasai lebih dari separuh kapasitas pusat data di Indonesia, mencapai 128 megawatt pada akhir 2025, naik tajam dari 58 MW pada 2021.

Marina memegang 22,51 % saham perusahaan, setara 536,5 juta lembar, setelah mengalihkan jabatan Presiden Direktur ke pihak lain pada 2016 dan tetap menjabat sebagai Presiden Komisaris.

Dalam lima tahun terakhir, DCII mencatat pertumbuhan pendapatan dua digit, dengan laba bersih 2025 mencapai Rp1 triliun, naik 25,72 % secara tahunan.

Pendapatan tahun 2025 tercatat Rp2,54 triliun, melonjak 40,14 % dibandingkan Rp1,81 triliun pada 2024, mayoritas berasal dari layanan colocation.

Biaya pokok penjualan juga meningkat menjadi Rp1,16 triliun pada 2025, naik signifikan dari Rp755,4 miliar tahun sebelumnya.

Karier Marina dimulai di dunia perbankan sebagai account officer di Bank Bali, tempat ia bertemu Otto Toto Sugiri yang kemudian menjadi mitra bisnisnya.

Setelah bergabung dengan PT Sigma Cipta Caraka, ia menjabat manajer proyek selama sebelas tahun sebelum beralih ke sektor internet.

Pada 1994, Marina dan Otto meluncurkan PT Indointernet Tbk, kini dikenal sebagai Indonet, penyedia layanan internet pertama di Indonesia.

Akusisi Sigma Cipta Caraka oleh Telkom Indonesia pada 2008 menjadi cikal bakal terbentuknya DCII tiga tahun kemudian.

IPO DCII pada 6 Januari 2021 menandai langkah penting perusahaan dalam memperkuat posisi pasar data center nasional.

Tak lama setelah itu, Indonet juga go public pada 8 Februari 2021, menambah likuiditas dan ekspansi bisnis.

Lulusan University of Toronto jurusan ekonomi, Marina menggabungkan pengetahuan akademik dengan pengalaman praktis di sektor keuangan dan teknologi.

Visi jangka panjangnya menekankan pentingnya infrastruktur digital sebagai tulang punggung ekonomi modern.

Dominasi DCII dalam kapasitas terpasang memberi perusahaan keunggulan kompetitif dalam melayani permintaan data yang terus meningkat.

Penguatan layanan colocation menghasilkan pendapatan utama sebesar Rp2,35 triliun pada 2025, menandakan kestabilan arus kas perusahaan.

Kebijakan ekspansi kapasitas yang konsisten, dari 58 MW pada 2021 ke 128 MW pada 2025, mencerminkan strategi pertumbuhan berkelanjutan.

Keberhasilan finansial DCII turut memperkuat posisi Marina di daftar Forbes, menempatkannya pada peringkat teratas perempuan terkaya Indonesia.

Daftar Forbes 2026 mencatat Marina berada pada peringkat 695 dunia, menegaskan dampak global bisnis data center Indonesia.

Selain Marina, daftar wanita terkaya 2026 juga menampilkan tokoh seperti Dewi Kam, Wirastuty Fangiono, dan Hartati Murdaya, yang menandakan diversifikasi sektor kepemilikan perempuan.

Kehadiran Marina di puncak daftar menegaskan pergeseran ekonomi Indonesia menuju layanan digital dan infrastruktur TI.

Para analis menilai bahwa peningkatan kapasitas data center akan terus mendukung pertumbuhan e‑commerce, fintech, dan layanan cloud.

Penguasaan lebih dari setengah pasar pusat data memberi DCII posisi tawar yang kuat dalam negosiasi kontrak dengan operator telekomunikasi.

Marina juga dikenal aktif dalam inisiatif sosial, meskipun fokus utama tetap pada pengembangan bisnis berkelanjutan.

Perusahaan terus menambah investasi pada energi hijau untuk mengurangi jejak karbon fasilitas data center.

Strategi diversifikasi sumber energi diharapkan memperkuat stabilitas operasional DCII di tengah fluktuasi harga listrik.

Kondisi pasar data center global yang diproyeksikan tumbuh lebih dari 10 % per tahun memberikan peluang ekspansi internasional bagi DCII.

Marina menyatakan bahwa perusahaan siap menjajaki kemitraan regional untuk memperluas jaringan layanan lintas batas.

Dengan fondasi kuat dan kepemimpinan visioner, Marina Budiman memperkuat peran perempuan dalam perekonomian digital Indonesia.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya wanita, untuk berkarier di bidang teknologi dan bisnis.

Secara keseluruhan, pertumbuhan nilai kekayaan Marina mencerminkan sinergi antara kebijakan digital nasional, inovasi infrastruktur, dan kepemimpinan strategis.

Tinggalkan Balasan