Investor Asing Catat Net Buy Rp473,93 Miliar Saat IHSG Merah, Saham Emas dan Bakrie Jadi Pilihan Utama

fitron al jaelani
Investor Asing Catat Net Buy Rp473,93 Miliar Saat IHSG Merah, Saham Emas dan Bakrie Jadi Pilihan Utama

Suara Pecari – 23 April 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Selasa 21 April 2026, mencatat penurunan 0,46 persen ke level 7.559,38.

Meskipun indeks melemah, aktivitas perdagangan tetap tinggi dengan volume 43,1 miliar lembar saham, frekuensi 2,7 juta transaksi, dan nilai transaksi mencapai Rp17,8 triliun.

Data RTI menunjukkan investor asing melakukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp473,93 miliar di seluruh pasar pada hari itu.

Rincian net buy asing terbagi antara pasar reguler sebesar Rp243,21 miliar dan pasar negosiasi serta tunai sebesar Rp230,72 miliar.

Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menjadi target utama dengan net buy mencapai Rp129,5 miliar, mengangkat harga saham naik 7,47 persen menjadi Rp9.350.

Di urutan berikutnya, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) memperoleh net buy Rp113,21 miliar dan melaju 11,65 persen ke level Rp230 per lembar.

Menurut data Stockbit, sepuluh saham teratas yang paling diminati investor asing pada hari Selasa mencakup sektor pertambangan, energi, dan konsumer.

Di sisi lain, aksi jual asing masih signifikan pada sektor perbankan, di mana PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatatkan net sell terbesar sebesar Rp175,93 miliar.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menempati posisi kedua dengan net sell Rp128,63 miliar, diikuti PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dengan net sell Rp78,52 miliar.

Penurunan IHSG tidak menghalangi aliran dana asing masuk ke saham-saham yang dianggap memiliki nilai fundamental kuat.

Analis pasar modal, Dian Prasetyo, menyebut bahwa fokus investor asing pada logam mulia dan perusahaan dengan prospek ekspansi menjadi logika alami dalam kondisi volatilitas.

Ia menambahkan, “Net buy yang signifikan pada EMAS dan BNBR mencerminkan ekspektasi kenaikan harga komoditas serta pemulihan sektor infrastruktur.”

Kapitalisasi pasar pada akhir sesi tercatat Rp13.468 triliun, menandakan pasar Indonesia tetap menjadi magnet bagi aliran modal luar negeri.

Data menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar saham mengalami tekanan, 386 saham menguat, 264 saham melemah, dan 168 saham tetap stagnan.

Faktor eksternal seperti pergerakan dolar AS dan kebijakan moneter global turut memengaruhi keputusan alokasi portofolio investor asing.

Penguatan rupiah terhadap dolar pada minggu itu memberikan ruang bagi investor asing untuk menambah posisi di saham-saham berbasis komoditas.

Pengamatan terhadap kebijakan MSCI yang akan menilai kembali bobot indeks saham Indonesia menambah perhatian pada saham-saham yang masuk dalam kriteria ESG.

Sejumlah analis memproyeksikan bahwa aliran dana asing akan terus berfluktuasi, tergantung pada perkembangan politik domestik dan data ekonomi makro.

Secara keseluruhan, aksi beli bersih asing sebesar hampir setengah triliun rupiah pada hari IHSG turun menunjukkan kepercayaan yang masih kuat terhadap pasar modal Indonesia.

Pasar diperkirakan akan tetap dinamis menjelang akhir kuartal, dengan investor menunggu sinyal kebijakan suku bunga dan data inflasi terbaru.

Tinggalkan Balasan