Grup Bakrie Jadwalkan Rights Issue Beruntun, Target Dana Hingga Rp10 Triliun

Avatar
Grup Bakrie Jadwalkan Rights Issue Beruntun, Target Dana Hingga Rp10 Triliun

Suara Pecari – 24 April 2026 | Grup Bakrie mengumumkan rencana penerbitan rights issue secara beruntun dengan total target penggalangan dana mencapai sepuluh triliun rupiah. Langkah tersebut diharapkan menambah likuiditas dan memperkuat struktur permodalan perusahaan.

Jadwal penerbitan akan dimulai pada kuartal pertama 2026 dengan penawaran pertama dijadwalkan pada awal Mei, diikuti dua kali lagi dalam enam bulan ke depan. Setiap penawaran direncanakan menutup dalam rentang dua minggu untuk mengakomodasi permintaan investor.

Menurut manajemen, dana yang terkumpul akan difokuskan pada pelunasan utang jangka pendek, pendanaan proyek energi terbarukan, serta ekspansi usaha pertambangan dan properti. Penggunaan dana tersebut diharapkan meningkatkan profitabilitas dan mengurangi beban bunga.

Grup Bakrie sebelumnya berhasil mengumpulkan sekitar Rp4 triliun melalui rights issue pada tahun 2022, yang sebagian besar dialokasikan untuk restrukturisasi utang. Upaya terbaru ini menandai ambisi perusahaan untuk memperluas basis modal secara signifikan.

Pasar modal merespons dengan kenaikan moderat pada saham utama Bakrie, yang naik sekitar 2,5% pada sesi perdagangan setelah pengumuman. Analis mencatat bahwa investor tampak optimis meski tetap memperhatikan risiko dilusi.

“Kami melihat rights issue beruntun sebagai cara paling efisien untuk memperkuat neraca sambil tetap mempertahankan kontrol operasional,” kata Direktur Keuangan Bakrie, Rudi Hartono. “Target dana Rp10 triliun realistis mengingat minat investor institusional yang kuat.

“Penggalangan dana sebesar ini akan memberi ruang bagi Bakrie untuk mempercepat proyek strategisnya,” ujar Analis Senior di Kantor Penasehat Investasi, Maya Sari. “Namun, perusahaan harus mengelola eksposur dilusi dengan transparan.

Dalam laporan keuangan kuartal terakhir, grup mencatat penurunan laba bersih sebesar 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dipengaruhi oleh penurunan harga komoditas dan peningkatan beban bunga. Pendapatan operasional tetap stabil, menunjukkan ketahanan model bisnis.

Tren rights issue besar-besaran tengah menjadi pilihan utama bagi perusahaan Indonesia yang menghadapi kondisi kredit ketat. Bank sentral baru-baru ini menegaskan pentingnya diversifikasi sumber pembiayaan di tengah ketidakpastian global.

Penerbitan hak memerlukan persetujuan otoritas pasar modal, dan pihak regulator telah memberikan lampu hijau setelah meninjau prospektus yang diajukan. Proses persetujuan diperkirakan selesai dalam dua minggu mendatang.

Beberapa bank terkemuka, termasuk Bank Mandiri dan BNI, ditunjuk sebagai penjamin emisi untuk semua tahapan rights issue. Mereka akan membantu menyusun mekanisme penawaran dan mengkoordinasikan alokasi kepada investor institusional.

Hak pemegang saham yang ada akan memberikan kesempatan berlangganan tambahan saham dengan harga diskon, namun hal ini dapat menyebabkan pengenceran kepemilikan bila tidak semua pemegang mengeksekusi haknya. Manajemen menegaskan bahwa hak tersebut bersifat sukarela.

Jika dibandingkan, hak emisi serupa di Asia Tenggara biasanya berkisar antara Rp5 hingga Rp12 triliun, menjadikan rencana Bakrie berada di tengah kisaran terbesar. Contoh sukses termasuk rights issue PT Telekomunikasi Indonesia pada 2023.

Para analis memperkirakan bahwa jika dana seluruhnya terkumpul, Bakrie dapat menurunkan rasio utang terhadap ekuitas dari 2,1 menjadi sekitar 1,5 dalam dua tahun ke depan. Hal ini diharapkan meningkatkan rating kredit dan menurunkan biaya pinjaman.

Secara keseluruhan, rights issue beruntun yang dijadwalkan Bakrie menandai upaya agresif memperkuat posisi keuangan dan mendukung pertumbuhan jangka panjang. Keberhasilan penggalangan dana akan menjadi faktor kunci bagi stabilitas dan ekspansi grup ke depan.

Tinggalkan Balasan