Brian Uriarte puji keunikan Sirkuit Le Mans jelang Moto3 Prancis 2026
Suara Pecari | Brian Uriarte, pembalap asal Spanyol yang berkompetisi di kelas Moto3, menekankan pentingnya adaptasi pada Sirkuit Le Mans menjelang balapan Prancis 2026.
Ia menyatakan bahwa lintasan Bugatti memiliki kombinasi tikungan cepat dan lurus panjang yang menuntut keseimbangan antara kecepatan dan kontrol.
Latihan bebas pertama (FP1) pada Jumat, 8 Mei, menampilkan aksi Veda Ega Pratama yang berhasil menempati posisi ke-11 setelah berjuang di antara 30 pembalap.
Awalnya Veda melaju hingga peringkat empat, namun kemudian turun secara bertahap hingga mencapai posisi 16 sebelum stabil di urutan ke-11 pada akhir sesi.
Waktu tercepat FP1 dicatat oleh David Almansa dengan 1 menit 41,818 detik, menandakan potensi kompetitif yang tinggi di trek ini.
Jadwal resmi Moto3 Prancis 2026 mencakup tiga hari kompetisi, dimulai dengan free practice pada pukul 14.00 WIB Jumat, dilanjutkan dengan kualifikasi dan balapan pada Sabtu dan Minggu.
Sirkuit Le Mans terkenal karena kondisi cuaca yang berubah-ubah serta suhu trek yang dapat memengaruhi grip ban.
Enam tahun terakhir, pemenang di Le Mans selalu berbeda, mencerminkan ketidakpastian yang menjadi ciri khas lintasan ini.
Uriarte menegaskan bahwa kemampuan membaca perubahan suhu dan menyesuaikan tekanan ban menjadi faktor penentu performa.
“Kami harus cepat menyesuaikan setelan motor, terutama pada bagian suspensi dan elektronik, agar tetap kompetitif,” ujarnya singkat.
Para tim kini fokus pada pengujian konfigurasi yang dapat mengoptimalkan akselerasi pada lurus utama dan stabilitas di tikungan teknis.
Maximo Quiles memimpin klasemen sementara dengan 90 poin, mengukuhkan posisinya sebagai kandidat kuat juara.
Alvaro Carpe berada di posisi kedua dengan 53 poin, berjarak signifikan dari Quiles namun tetap dalam perburuan.
Veda Ega Pratama menempati peringkat keenam, naik satu posisi sejak seri Spanyol, menunjukkan perkembangan konsisten bagi pembalap muda Indonesia.
Adrian Fernandez, yang sebelumnya berada di peringkat enam, kini menempati posisi tiga setelah meraih podium kedua di Jerez.
Sejak debutnya, Veda telah berlaga di empat seri Moto3, mencatat hasil yang mengesankan bagi seorang rookie.
Keempat seri tersebut meliputi Thailand, Brasil, Amerika Serikat, dan Spanyol, dengan penampilan yang semakin stabil.
Pertandingan di Le Mans diperkirakan akan menambah intensitas persaingan, mengingat variasi kondisi trek yang menantang.
Tim-tim teknik memanfaatkan data historis untuk merumuskan strategi ban yang tepat, mengingat suhu trek dapat berubah drastis dalam hitungan menit.
Uriarte menambahkan bahwa pengalaman di lintasan ini sangat berharga bagi pengembangan kemampuan balap jangka panjang.
“Setiap lap di Le Mans mengajarkan kami tentang ketahanan mental dan fisik,” tambahnya.
Para penonton dapat menyaksikan balapan melalui jaringan televisi berlangganan seperti SpoTV, Vidio, atau Vision+.
Penggunaan platform streaming diharapkan meningkatkan jangkauan penonton internasional.
Keberadaan rider Asia, khususnya Veda, menambah daya tarik kompetisi di pasar Asia Tenggara.
Media lokal melaporkan antusiasme tinggi dari penggemar Indonesia yang mengikuti perkembangan pembalapnya.
Pengorganisasian acara di Le Mans tetap mengedepankan protokol keselamatan yang ketat, termasuk inspeksi teknis sebelum sesi latihan.
Tim medis siap siaga selama seluruh akhir pekan balapan untuk menangani potensi cedera.
Dengan jadwal yang padat, para pembalap harus mengelola kebugaran secara optimal untuk menjaga performa sepanjang tiga hari.
Setelah FP1, sesi kualifikasi pada Sabtu akan menjadi penentu posisi start, yang sangat krusial di lintasan dengan banyak tikungan teknis.
Uriarte menekankan bahwa start yang baik dapat mengurangi risiko kehilangan waktu di tikungan pertama.
Balapan utama pada Minggu diperkirakan akan berlangsung dalam suhu yang lebih hangat, menambah tantangan termal pada mesin.
Tim teknis telah menyiapkan pendinginan tambahan untuk menghindari overheating.
Kesimpulannya, Sirkuit Le Mans menawarkan kombinasi unik antara kecepatan, teknik, dan faktor cuaca yang menuntut persiapan matang.
Para pembalap, termasuk Brian Uriarte, siap menghadapi tantangan tersebut demi poin penting di klasemen Moto3 2026.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







