Brian Uriarte Soroti Keistimewaan Le Mans, Veda Ega Catat P11 di FP1 Moto3 Prancis 2026
Suara Pecari | Moto3 Prancis 2026 digelar di Sirkuit Bugatti, Le Mans pada 8‑10 Mei, menandai ronde kelima musim dengan cuaca tak menentu dan suhu trek yang berubah‑ubah. Lintasan ini dikenal menantang, memaksa pembalap menyesuaikan strategi.
Brian Uriarte, pembalap tim Red Bull KTM Ajo, menegaskan bahwa Le Mans memiliki karakter unik yang memengaruhi handling motor. “Saya merasa track ini menuntut keseimbangan antara kecepatan lurus dan kontrol di tikungan cepat,” ujarnya dalam konferensi pers sebelum sesi latihan.
Sesi latihan bebas pertama (FP1) berlangsung pada Jumat, 8 Mei, dimulai pukul 14.00 WIB. Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama menempati posisi ke‑11 dengan catatan waktu yang kompetitif di tengah persaingan ketat.
Pada awal FP1, Veda sempat melesat ke posisi keempat, namun seiring berjalannya menit, ia turun ke posisi ketujuh, kemudian ke‑13, dan akhirnya berakhir di urutan ke‑11. Perubahan posisi ini menunjukkan tantangan konsistensi di sirkuit yang berubah‑ubah.
David Almansa mencatat waktu tercepat 1 menit 41,818 detik, mengawali klasemen FP1. Hasil ini memberi gambaran awal tentang performa tim‑tim utama menjelang kualifikasi.
Jadwal resmi GP Prancis 2026 mencakup tiga hari balapan, dimulai dengan free practice, dilanjutkan dengan qualifying pada Sabtu, dan menutup dengan perlombaan utama pada Minggu. Semua sesi dapat disaksikan melalui SpoTV, Vidio, atau Vision+.
Klasemen sementara Moto3 2026 menempatkan Maximo Quiles di puncak dengan 90 poin, menciptakan jarak aman dari pesaing terdekat. Alvaro Carpe berada di posisi kedua dengan 53 poin, masih berusaha menutup kesenjangan.
Veda Ega Pratama, rookie asal Gunungkidul, menduduki peringkat keenam setelah empat seri debut, menaik satu posisi dari seri Spanyol. Pencapaiannya menegaskan konsistensi rider Indonesia di kelas dunia.
Adrian Fernandez, yang sebelumnya menempati posisi keenam, naik ke peringkat tiga setelah finis kedua di Sirkuit Jerez, Spanyol. Pergerakan ini menambah dinamika persaingan di papan atas.
Selama empat seri sebelumnya – Thailand, Brasil, Amerika Serikat, dan Spanyol – Veda berhasil mengumpulkan poin penting, termasuk satu podium di Amerika Serikat. Statistik tersebut menjadikannya pembalap muda yang patut diwaspadai.
Tim Leopard Racing menilai performa Veda sebagai bukti adaptasi cepat pada berbagai kondisi trek. “Kami bangga dengan perkembangan Veda, dan Le Mans menjadi tantangan berikutnya yang menarik,” kata manajer tim.
Dengan Le Mans yang menuntut keseimbangan teknis, pembalap seperti Uriarte dan Veda diharapkan memperlihatkan kemampuan mengoptimalkan setelan motor. Balapan akhir pekan ini diprediksi akan menjadi pertarungan sengit hingga garis finis.
Penutup: Moto3 Prancis 2026 menjanjikan aksi menegangkan di Le Mans, di mana keistimewaan sirkuit menjadi faktor penentu, sementara pembalap muda Indonesia terus mengukir prestasi di panggung internasional.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







